Bismillahirahmannirahhim.
Tulisan
ini saya tulis hanya semata mata untuk mengingatkan saudara seiman atas bahaya
dari ashabiyah yaitu meletakan
ikatan kelompok , suku , kebangsaan dan ikatan lainya diatas ukhuwah islamiah
yaitu ikatan akidah.
Saya
mengingatkan teman teman seiman bahwa salah satu penyebab kemunduran umat islam
adalah menyebarnya paham paham selain islam atau liberalisasi pemikiran salah
satunya adalah ashabiyah.
Bukan
kah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika hijrah ke
madinah yang dilakukannya menghilangan paham paham seperti ini yaitu dengan mempersaudarakan
suku aus dan khazraj dan mempersaudaran kaum anshor dan muhajirin apakah kita
hendak ingin merubah ajaran yang telah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam
ajarkan dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menyampaikan
kepada kita dalam sebuah hadist
“Tidaklah termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru
kepada ‘ashabiyyah, dan bukanlah termasuk golongan kami, siapa saja yang
berperang di atas ‘ashabiyyah, dan bukan termasuk golongan kami, siapa saja
yang mati di atas ‘ashabiyyah”. [HR. Imam Abu Dawud]
Saya
Berhusnudzon
bahwanya teman teman melakukan semua tindakan menghalangi jalan dakwah selain
kelompok yang diikuti adalah semata mata karena ketidaktahuan.
saya
Berhusnudzon
bahwa tindakan tindakan menghalangi jalan dakwah bukan karena bertujuan untuk
menghambat jalan dakwah tetapi karena ketidaktahuan.
Karena
ini lah saya mencoba mengingatkan saudara seiman untuk kembali kepada ajaran
islam yang murni melandasi segala perbuatan
atas dasar sumber hukum islam.
Saya
juga mengingatkan kepada saudara seiman segala macam fitnah dan prasangka buruk
yang ada dalam benak teman-teman terhadap kelompok yang sama sama
memperjuangkan islam karena saya sangat takut kelak di yaumul hisab kita semua menjadi orang
orang yang bangkrut seperti apa yang telah rasulullah
salallah alaihiwasalam sampaikan dalam hadist riwayat muslim.
“Tahukah kalian siapa
orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut
menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata:
“Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari
kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang
(dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si
ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang
terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan
si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini
(pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya,
maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia
dilemparkan ke dalam neraka.”
tentu
hadis ini untuk mengingatkan kita jika tuduhan yang kita tuduhkan ini benar
akan menjadi gibah dan kalaulah ini salah akan menjadi fitnah. Apa lagi yang
kita tuduh yang kita fitnah yang kita halangi jalan dakwahnya adalah Kelompok
yang sama sama memperjuangkan islam. berapa banyak jumlah indivudu yang berada
dalam jamaah tersebut.
Jika
semasa hidup tilawah kita banyak, puasa kita banyak, tahajud kita banyak
bayangkan semua akan habis kita bagikan kepada orang orang yang kita fitnah tidak
cukup sampai disitu jika pahala kita sudah habis maka dosa individu individu
yang berada dalam kelompok yang kita fitnah, kita ghibah dan yang kita halangi
jalan dakwahnyanya akan kita ambil semuanya nauzubillah minjalik.
Tentu
ini bukanlah yang kita mau tentu saya sebagai penulis sangat berharap kelak
kita bersama sama disurganya allah berkumpul dan masuk kedalam surga atas
landasan ukhuwah islamiah.
Semoga
tulisan ini dapat menjadi bahan muhasabah untuk kita semua terutama untuk diri
yang lemah ini.
Terakhir
saya sebagai penulis menutup tulisan ini dengan hadis rasulullah salallah
alaihiwasalam
“Tidak beriman seseorang dari
kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.”
(HR. Bukhari-Muslim dari Anas ra)
Andi septiandi hamba yang selalu
berharap ampunan allah swt .
