Rabu, 30 Maret 2016


Bismillahirahmannirahhim.

Tulisan ini saya tulis hanya semata mata untuk mengingatkan saudara seiman atas bahaya dari ashabiyah yaitu meletakan ikatan kelompok , suku , kebangsaan dan ikatan lainya diatas ukhuwah islamiah yaitu ikatan akidah.

Saya mengingatkan teman teman seiman bahwa salah satu penyebab kemunduran umat islam adalah menyebarnya paham paham selain islam atau liberalisasi pemikiran salah satunya adalah ashabiyah.

Bukan kah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika hijrah ke madinah yang dilakukannya menghilangan paham paham seperti ini yaitu dengan mempersaudarakan suku aus dan khazraj dan mempersaudaran kaum anshor dan muhajirin apakah kita hendak ingin merubah ajaran yang telah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajarkan dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menyampaikan kepada kita dalam sebuah hadist

“Tidaklah termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru kepada ‘ashabiyyah, dan bukanlah termasuk golongan kami, siapa saja yang berperang di atas ‘ashabiyyah, dan bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang mati di atas ‘ashabiyyah”. [HR. Imam Abu Dawud]

Saya Berhusnudzon bahwanya teman teman melakukan semua tindakan menghalangi jalan dakwah selain kelompok yang diikuti adalah semata mata karena ketidaktahuan.
saya Berhusnudzon bahwa tindakan tindakan menghalangi jalan dakwah bukan karena bertujuan untuk menghambat jalan dakwah tetapi karena ketidaktahuan.
Karena ini lah saya mencoba mengingatkan saudara seiman untuk kembali kepada ajaran islam yang murni melandasi segala perbuatan  atas dasar sumber hukum islam.

Saya juga mengingatkan kepada saudara seiman segala macam fitnah dan prasangka buruk yang ada dalam benak teman-teman terhadap kelompok yang sama sama memperjuangkan islam karena saya sangat takut kelak  di yaumul hisab kita semua menjadi orang orang yang bangkrut seperti apa yang telah   rasulullah salallah alaihiwasalam sampaikan dalam hadist riwayat muslim.

“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.”

tentu hadis ini untuk mengingatkan kita jika tuduhan yang kita tuduhkan ini benar akan menjadi gibah dan kalaulah ini salah akan menjadi fitnah. Apa lagi yang kita tuduh yang kita fitnah yang kita halangi jalan dakwahnya adalah Kelompok yang sama sama memperjuangkan islam.  berapa banyak jumlah indivudu yang berada dalam jamaah tersebut.

Jika semasa hidup tilawah kita banyak, puasa kita banyak, tahajud kita banyak bayangkan semua akan habis kita bagikan kepada orang orang yang kita fitnah tidak cukup sampai disitu jika pahala kita sudah habis maka dosa individu individu yang berada dalam kelompok yang kita fitnah, kita ghibah dan yang kita halangi jalan dakwahnyanya akan kita ambil semuanya nauzubillah minjalik.

Tentu ini bukanlah yang kita mau tentu saya sebagai penulis sangat berharap kelak kita bersama sama disurganya allah berkumpul dan masuk kedalam surga atas landasan ukhuwah islamiah.

Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan muhasabah untuk kita semua terutama untuk diri yang lemah ini.

Terakhir saya sebagai penulis menutup tulisan ini dengan hadis rasulullah salallah alaihiwasalam

“Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim dari Anas ra)



Andi septiandi hamba yang selalu berharap ampunan allah swt .