Selasa, 16 Agustus 2016

EMERDEKAAN HAKIKI HANYA ADA PADA ISLAM

KEMERDEKAAN HAKIKI HANYA ADA PADA ISLAM

Oleh: Andi Septiandi

Sungguh tidak  terasa sudah 71 Tahun usia “kemerdekaan” Indonesia. Saat ini tidak ada  ada lagi negara negara kolonial berada dinegri ini yang menjadi  penguasa dan  pemerintahnya tidak ada lagi tentara tentara negara kolonial yang masuk kedalam negri ini. Namun, kita patut bertanya: Sudahkah rakyat dan bangsa ini benar-benar merdeka dalam pengertian yang sesungguhnya.

Ketika kita membuka kamus besar bahasa indonesia kita menemukan tiga makna besar arti dari Kemerdekaan pertama,  kemerdekaan adalah bebas dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya kemudian kedua  tidak terkena atau lepas dari tuntutan  dan tidak terikat, ketiga tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu. Pertanyaanya apakah INDONESIA sudah memenuhi 3 kriteria itu.

Memang, setiap tahun pada  tanggal 17 Agustus negri ini selalu memperingati kemerdekaan indonesia dengan upcara pengibaran bendera. Namun makna dari kemerdekaan hanyalah angan angan saja, ini terlihat dari perubahan nasib rakyat di negri ini ke arah yang lebih baik hanya mitos yang entah kapan akan terwujud, keadilan hanya ada pada masyarakat kelas atas. tentu sudah muak kita melihat bagaimana penegakan hukum di negri ini yang hanya  tajam keatas tapi tumpul kebawah. Begitu juga pendidikan yang baik untuk seluruh rakyat ini hanyalah janji janji manis yang setiap pemilu disampaikan tetapi pada kenyaataan hanyalah mimpi.

Seharusnya dengan umur kemerdekaan yang sudah 71 tahun ini, idealnya bangsa ini telah banyak meraih impiannya. Apalagi segala potensi kekayaan alam dan SDM yang dimiliki oleh bangsa ini sangatlah berlimpah. Sayang, ini lagi lagi hanyalah mimpi disiang bolong fakta lebih kuat berbicara, bahwa Indonesia masih jauh dari kemerdekaan yang hakiki yaitu bebas dari keterjajahan pemikiran, politik, ekonomi, hukum, budaya, dll. Ini dibuktikan dari kondisi  Indonesia belum merdeka dari kemiskinan, kebodohan, kerusakan moral dan keterbelakangan. Singkatnya, Indonesia negri yang dijuluki jamrud khatulistiwa ini yang dihuni lebih dari 200 juta jiwa yang mayoritas Muslim masih dalam keadaan terjajah.

Segala macam solusi sudah dicoba dinegri ini mulai dengan cara mecanangakan berbagai program, peningkatan anggaran disemua sektor juga dilakukan kemudian mengganti sosok pemimpin, tercatat sudah 7 kali perganitian kepemimpinan tetapi tak kunjung nampak menunjukan negara ini kearah yang lebih baik bahkan semakin hari bangsa ini malah mengarah kepada kehancuran.

Jika semua solusi telah dicoba tetapi tidak juga dapat mewujudkan bangsa ini kedalam kemerdrkaan yang hakiki lantas apakah tidak solusi lain. Tentu masih ada solusi yang belum dicoba dan solusi ini sudah terbukti berhasil yaitu kembali kepada ISLAM. Hanya dengan islam bangsa ini akan menemui makna kemerdekaan yang sesugguhnya.
Dimana islam mengajarkan kemerdekaan adalah Bebas dari penghambaan pada makhluk. Hanya tunduk pada Allah Swt semata.

Cukuplah  muhammad Saw sebagai suri teladan yang baik Sejarah membuktikan hal ini. Dimana ketika rasullullah Saw  berjuang selama 13 tahun di Makkah, dan kemudian Rasulullah berhasil mewujudkan masyarakat Islam yang dicita-citakannya di Madinah. Rasulullah memimpin dan mengatur masyarakat Madinah dengan syariat Allah Swt, mengubah masyarakat arab yang dulunya jahiliah menjadi masyarakat yang luar biasa dan menyebarkan Islam ke seluruh wilayah di sekitarnya. Makkah yang semula sangat memusuhinya, tak lama kemudian dapat ditaklukkan dan berbalik jadi pembelanya, begitu juga dengan daerah daerah lain seperti Syam dan Mesir.

Dimana Dalam berdakwah, Rasullullah selalu menyeru pada para pemimpin wilayah-wilayah yang jadi objek dakwah untuk masuk Islam. Misalnya, beliau menyeru pada Heraclius di romawi dan kisra dipersia untuk masuk islam agar selamat, ‘’Aslim taslam/berIslamlah agar kau selamat’’. Dan terbukti ketika islam disebar kepenjuru dunia keadilan jelas tampak dan dengan islam alam semesta mendapatkan rahmat.
Jelas sekali, semangat penyebaran Islam berbeda sama sekali dengan yang dilakukan negara negara Barat. Islam tegak untuk rahmat atas seluruh alam. Sementara, Kolonialisme Barat selamanya menyebarkan kejahiliyahan dan kerusakan Sebagaimana yang terjadi sekarang.

Oleh sebab itu kemerdekaan hakiki hanya dapat dirasakan ketika islam diterapkan secara totalitas yang mana telah dicontohkan Rasulullah Saw .

Rabu, 27 Juli 2016

Harokah kan banyak harus gabung ke harokah yang man ?

Harokah kan Banyak Harus Gabung Harokah Yang Mana ?

Oleh : Andi Septiandi

Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya banyak diantara kita tidak mau bergabung kedalam barisan harokah yang memperjuangkan islam dengan alasan diantaranya  bingung mau gabung kemana karena banyaknya harokah islam, takut masuk kepada kelompok yang sesat, dan berbagai alasan lainya. Nah insyaallah pada tulisan kali ini bisa membantu teman teman dalam memilih harokah. Maaf jika tulisan agak susah dimengerti tapi coba aja di baca perlahan hehe.

Pertama tama yang harus kita ketahui bahwasanya semua kelompok kelompok  dakwah dalam mendirikan jamaahnya pasti akan bersandar kepada seruan allah dalam Al Quran surah Ali Imran ayat 104 :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”

Oleh sebab itu dari ayat tersebut kita bisa menarik kriteria dalam memilih harokah sesuai dengan seruan Allah Swt dalam Surah Ali Imran ayat 104 yaitu minimal ada 3 kriteria yang wajib dipenuhi sebuah harokah yang pertama menyeru kepada al khoir (Iman Ibnu katsir menafasirkan maksud Al khoir adalah Islam), berikutnya adalah menyeruh kepada yang makruf dan yang terakhir mencegah dari yang mungkar.

Ingat ada 3 kriteria  menyeru  orang orang kepada islam, menyeru orang untuk melakukan yang ma’ruf dan mencegah orang orang dalam melakukan kemungkaran.

Dan yang paling penting kita ketahui adalah penutup ayat itu “Wa’uulaaIkaa Hum’Mul Muflihun” merakalah orang orang yang beruntung. Hum’Mul Muflihun dalam bahasa arab bermakna jamak jadi bisa dimaknai Kelompok itulah kelompok kelompok yang beruntung ini yang menjadi dalil bahwasanya kelompok itu memang tidak harus satu, kelompok itu boleh banyak asalkan kelompok tersebut memenuhi 3 kriteria tadi insyaallah kelompok tersebut benar.

Sampai disini mungkin  teman teman belum merasa cukup dengan penjelasan diatas karena dalam sebuah hadist yang sering kita dengar tentang perpecahan umat islam yang pernah Rasullullah Saw sampaikan bahwa umatnya kelak akan terpecah menjadi 73 golongan yang mana hadist tersebut berbunyi :

ketahuilah, sesungguhnya orang orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah menjadi 72 golongan dan sesungguhnya agama ini (islam) akan berpecah belah menjadi 73 golongan, 72 golongan tempatnya didalam neraka dan 1 golongan didalam surga, yaitu Al-jamaah (HR. Ahmad)

Serta hadist berikutnya yang berbunyi :

“sesungguhnyabani israil pecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan pecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan, mereka berkata “siapa itu wahai rasulullah ?” beliau bersabda : apa yang aku diatasnya dan para sahabtku.” (HR.Tirmidzi)

Dari kedua hadist ini setidaknya ada 2 kriteria untuk menjadi golongan yang selamat yang pertama adalah Al-jamaah dan yang kedua berdiri pada sunnah rasulullah dan sunnah para sahabatnya. Dari sinilah ulama membuat istilah yang sering kita dengar dibeberapa kesempatan yaitu golongan “AHLUSUNNAH WAL JAMAAH” satu golongan yang akan selamat.

Nah dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwasanya golongan yang akan selamat adalah golongan yang selalu mengikuti sunnah rasulullah dan para sahabat serta tergabung dalam Al jamaah. Tentu kita akan bertanya yang dimaksud Al jamaah itu apa ? nah ini yang akan kita bahas.

Pada hadist yang pertama Rasulullah mengatkan kepada kita golongan yang selamat adalah Al jamaah. Sebelum masuk kepada penjabaran al jamaah yang harus di ketahui bahwasanya dalam bahasa arab kata benda terbagi menjadi 2 ada kata benda umum dan kata benda khusus atau yang disebut dengan isim marifat dan isim nakiroh. Kata al jamaah adalah isim marifat yaitu kata benda khusus.

Sebagai contoh jika kitab dalam bahasa arab berarti buku, tapi jika ditambah dengan “Al” maka maknanya menjadi khusus yaitu al kitab yang artinya buku itu. Sama dengan makna Al jamaah yang bermakna khusus yaitu untuk satu jamaah saja jamaah yang itu. Jadi secara bahasa makna dari al jamaah adalah jamaah itu jamaah yang khusus. setidaknya kita mempunyai pertanyaan tentang apa jamaah yang dimaksud Rasullullah.

Banyak sekali ulama membahas tentang arti atau makna Al-jamaah dan setidaknya ada beberapa ulama yang mendefinisakan makna dari al jamaah diantarnya :

Imam Ibnu Hajar Al Asqolani ulama terkenal yang mengarang kitab Bulurul Mahrom, Imam Satibi ulama Fiqih dan Imam Tobari seorang ulama ahli hadis yang mana mereka menjelaskan makna dari Al jamaah adalah kumpulan seluruh kaum muslimin yang mana mereka dipimpin oleh satu pemimpin. Yang dalam terminologi Sunni adalah Khilafah atau Imammah. Yang setelah Rasullulah Saw wafat digantikan oleh Khalifah Abu bakar, Umar, Usman dan Ali Ra. Pertanyaannya adalah apakah al jamaah tersebut sekarang ada atau apakah satu pemimpin yang memimpin semua kaum muslimin sekarang ada. Ya jawabannya tentu tidak ada oleh sebab itu berlakulah kaidah ushul fiqih “Mala Yatimul Wajibu Illa Bihi Fahuwa Wajib” sesuatu kewajiban yang tidak terlaksa karena sesuatu maka sesuatu tersebut menjadi wajib.

Sebagai contoh wudhu dalam islam hukumnya Sunnah tetapi hukum wudhu ketika mau Sholat menjadi Wajib, jika tidak ada air hukum mencari air untuk berwdhu untuk sholat menjadi wajib, jika tidak ada air karena mesin pompanya rusak maka membenarkan mesin pompa air untuk berwudhu untuk sholat menjadi wajib dan seterusnya. Ini yang disebut dengan kaidah fiqih “Mala Yatimul Wajibu Illa Bihi Fahuwa Wajib”.

Begitu juga dengan al jamaah, karena Al jamaah tidak ada maka hukum menegakan Al jamaah atau yang disebut dengan Khilafah menjadi wajib dan karena tidak ada kelompok yang memperjuangkan adanya khilafah maka Hukum adanya kelompok untuk menegakan Khilafah adalah wajib dan oleh sebab itu bergabung kepada kelompok yang memperjuangkan tegaknyanya Khilafah hukumnya wajib.

Sampai disini mungkin kita dapat menyimpulkan beberapa point diantarnya adalah kelompok dakwah memang tidak Harus satu dan kelompok tersebut haruslah memenuhi 3 kriteria diantarnya adalah menyeru kepada islam, menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Serta point penting adalah jamaah tersebut harus mengikuti sunnah rasul dan para sahabat dan mempunyai tujuan menegakan al jamaah atau khilafah.

Pertanyaan terakhir untuk menutup Tulisan ini adalah harokah apa yang memenuhi kriteria tersebut dan bertujuan mengembalikan Al Jamaah atau Khilafah. Insyaallah teman teman bisa bergabung dengan Hizbut Tahrir dan berjuang bersamanya mengembalikan Khilafah, insyaallah Hizbut Tahrir Memenuhi semua kriteria tersebut . Memang kelompok dakwah tidak hanya di Hizbut Tahrir teman teman bisa masuk kedalam semua kelompok dakwah asalkan tujuannya sama yaitu mengembalikan kehidupan islam dalam naungan Khilafah atau mengembalikan Al jamaah tadi, Tetapi jika sulit mencari jamaah yang bertujuan menegakan kembali Khilafah teman teman bisa bergabung kedalam Hizbut Tahrir.

Semoga tulisan ini bermanfaat jika teman teman tertarik untuk diskusi atau bergabung dan mengkaji islam di Hizbut Tahrir bisa inbox. 

Senin, 25 Juli 2016

SAYA  SUDAH YAKIN NI MAU HIJRAH , BAGAIMANA CARANYA ? SAYA HARUS KEMANA ? MULAINYA DARI MANA ?

SAYA  SUDAH YAKIN NI MAU HIJRAH , BAGAIMANA CARANYA ? SAYA HARUS KEMANA ? MULAINYA DARI MANA ?

Oleh : Andi Septiandi

Bagi sahabat  sudah memutuskan untuk hijrah tapi masing bingung mau mulainya dari mana, bagaimana caranya dan harus kemana insyaalah tulisan ini bisa membantu. Silakan baca dengan tenang dan setelah itu di coba diaplikasikan.

Sebelum menjawab pertanyaan bagaimana, harus kemana, dan mulai dari mana ada baiknya kita deifinisikan dulu Hijrah itu apa si nanti takutnya ketika sudah dijelasin panjang lebar malah masih belum paham apa itu hijrah.

Oke kita mulai dari penjelasan sederhana hijrah adalah meninggalkan dari yang pertama menuju yang kedua tidak berdiam atau bertetap diri atau kita bisa juga mengambil pendapat beberapa ulama diantaranya pendapat al-Jurjani: hijrah adalah pindahdari daarul kufr kepada daarul Islam, atau pendapatnya Ibnu Hazm: hijrah adalah taubat meninggalkan segala dosa-dosa, bisa juga dengan pendapat Ibnu Rajab al-Hanbali: hijrah adalah meninggalkan dan menjauhi keburukan untuk mencari, mencintai dan mendapatkan kebaikan. Nah dengan ini mungkin kita sudah bisa menarik kesimpulan sederhana tentang apa yang dimaksud dengan Hijrah yaitu keluar dari keburukan menuju kepada kebaikan. Kalo masih kurang penjelasannya mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari hijrahnya Rasullullah Saw  dan para sahabat dari mekah menuju ke madinah.

Selanjutnya yang sangat penting harus dipahami adalah memang dalam proses Hijrah memang sulit, karena harus memulai kehidupan yang baru memulai kebiasaan yang baru, tetapi kesulitan ini akan berbuah manis di kemudian hari. Sebagaimana hijrahnya Rasullulah Saw banyak sekali tantangan yang dihadapi seperti harus menempuh jarak makkah – madinah sejauh 470 km, harus  meninggalkan harta benda  dan meninggalkan keluarga serta ditambah resiko disiksa dan dibunuh bila tertawan. Tetapi bagaimana hasil yang diperoleh ketika rasullullah Saw berhasil berhijrah tentu sangat luar biasa kegemilangan islam dimulai sejak hijrahnya Rasulullah Saw dan di abadikan sebagai perhitungan awal tahun dalam penanggalan islam. Jadi jika masih ada yang ragu, masih ada yang galau, masih ada yang takut untuk hijrah bisa menjadikan pelajaran bagaimana hijrahnya rasulullah dan para sahabat memang sulit tapi insyaallah akan bebuah sangat manis di penghujungnya.

Sebagimana definisi hijrah adalah meninggalkan keburukan menuju kepada kebaikan tentu ini harus dilakukan secara totalitas yaitu meninggalkan lingkungan lama menuju lingkungan baru artinya lingkungan lama benar benar ditinggalkan menuju ke lingkungan baru. Hal ini sangat penting diperhatikan karena banyak sekali muslim yang sudah hijrah kepada kebaikan tetapi dia kembali lagi seperti dahulu hal ini dikarenakan ia hijrah tidak totalitas atau ia masih tetap pada lingkungan yang lama atau masih berinteraksi dilingkungan lamanya.

Yang paling penting adalah mencari lingkungan baru yang terdapat teman teman yang baru dengan kebiasaan yang baru dengan ini bisa membantu kita untuk tetap istiqomah didalam kebaikan. Tetapi sampai disini pasti masih ada yang bertanya tanya didalam hatinya seperti, berarti harus meninggalkan teman teman lama kita dong, ntr kalo dia memusuhi kita gimna, kalo kita di ledekin gimana, nanti kalo lingkungan baru tidak mau menerima kita gimana, kalo kita merasa tidak enak dilingkungan baru gimana? , pertanyaan pertanyaan seperti ini pasti akan muncul dan terkadang menjadi alasan untuk tidak berhijrah lantas bagaimana mengatasinya ? jawabannya bisa teman teman baca pada tulisan sebelumnya tentang hakekat kesiapan dan keyakinan, jalani saja insyaallah kesiapan akan datang pada saat kita mau memulai tetapi jika kita tidak mau memulai ya gak mungkin akan siap oleh sebab itu mulai dulu baru kesiapan akan datang. Agar membatu memperkokoh niat  teman teman untuk berhijrah ni coba baca janji allah untuk orang orang yang berhijrah

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya,kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  (TQS an-Nisaa [4] : 100)

Sampai disini insyaallah teman teman akan semakin kuat tekadnya untuk hijrah tetapi mungkin sebagian masih akan bertanya kalau tekad kita sudah bulad lantas hijrahnya harus kemana atau dimana mencari lingkungan yang baik yang dilingkungan tersebut  terdapat teman teman yang selalu melaksanakan kebaikan.  Nah setidaknya dari paparan diatas teman teman  bisa mengambil point point penting dalam memilih lingkungan yaitu lingkungannya harus terdapat teman – teman yang senantiasa dalam kebaikan, dapat membantu kita punya aktivitas baru yaitu aktivitas dakwah, dan yang paling penting lingkungan tersebut dapat menambah ilmu pengetahuan kita kepada islam.

Minimal 3 point penting ini harus ada dalam lingkungan tempat kita hijrah karena dengan adanya teman teman yang selalu dalam kebaikan akan menjadikan kita senantiasa semangat dan akan selalu ada orang orang yang mengingatkan kita dalam kebaikan tidak cukup dengan itu kita harus mempunyai aktivitas baru yaitu dakwah karena hanya dengan dijalan dakwah akan membuat kita terus istiqomah berada dijalan allah pertanyaannya  adalah dakwah yang bagaimana insyaallah akan kita bahas pada tulisan berikutnya, nah tentu untuk melakukan aktivitas dakwah kita perlu mempunyai persiapan layaknya ketika pergi berperang harus menyiapkan amunisi nah dalam dakwah juga sama harus menyiapakkan bekal juga yaitu ilmu, pertnyaannya bagaimana mendapatkan semua ini ya tentu tidak ada cara lain selain belajar dan terus belajar dan mengkaji islam.

Sebelum tulisan ini ditutup ada beberapa hal  sederhana yang saat ini bisa teman teman lakukan sebelum memulai untuk menuju lingkungan baru yaitu cobalah follow akun akun dakwah dimedia sosial dan tentunya dibarengi dengan unfollow akun akun yang dapat membuat sempitnya hati kemudian datang majelis majelis ilmu di daerah sekitar teman teman atau jika sibuk bisa melalui youtube insyaallh banyak kajian kajian islam yang bisa teman teman lihat.

Nah tentu semua itu belumlah cukup karena 3 point penting dalam berhijrah belum terpenuhi oleh sebab itu Tulisan ini akan ditutup dengan pertanyaan dimana mencari lingkungan yang mempunyai 3 point penting tadi ? Nah inysaallah bergabung aja pada jamaah, kelompok atau harokah yang memperjuangkan islam insyalah 3 point tersebut ada dalam harokah harokah islam dan banyak disekitar kita. Sampai disini jika masih ada yang bertanya, kan kelompok dan harokah islamkan banyak, kita harus gabung kemana saya takut masuk kepada kelompok yang sesat ? tenang insyaallah pada tulisan berikutnya penulis akan menjawabnya.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk teman teman. 😃😃

Hakekat Kesiapan dan Keyakinan

Untuk teman teman yang masih punya keraguan didalam hati nya untuk Hijrah dari kehidupan lama, Ragu untuk berjilbab, Ragu untuk Putus dengan pacarnya, Ragu Untuk Menikah, Ragu untuk meninggalkan Riba, dan keraguan meninggalkan kemaksiatan lainnya insyaallah tulisan ini bisa membantu.

Hakekat Kesiapan dan Keyakinan

Oleh : Andi Septiandi

Ketika kita melihat kehidupan pada era sekarang memang sangat sulit untuk idealis dalam beragama dan sangat sulit sekali untuk mencari keadaan yang tidak bertentangan dengan aturan  islam Sehingga membuat banyak sekali muslim tidak 100% dalam menjalankan agamanya seperti banyak muslimah yang sudah tau bahwa pakaiaan yang dikenakannya tidak sesuai dengan tuntunan islam dia tau akan hal itu tapi karena beberapa alasan salah satunya belum siap dia ragu untuk menjalankannya, selalu saja kesiapan dijadikan alasan. Begitu juga ketika seorang muslim yang menjalankan aktivitas yang dilarang agama seperti pacaran mereka tau bahwa pacaran itu haram dalam agama tetapi mereka tetap menjalankannya dengan alasan trend DLL serta tak jarang mereka berlasan karena belum siap untuk meninggalkan aktivitas itu. Hal ini juga sama terhadap kasus kasus yang lain seperti muslim yang masih ragu untuk menikah, ragu untuk meninggalkan riba dan ragu untuk meninggalkan lingkungan lamanya menuju kelingkungan baru tentunya masih dengan alasan yang sama yaitu belum ada kesiapan untuk menikah disisi lain tapi dia masih melaksakan aktivitas pacaran begitu juga dengan belum ada kesiapan untuk meninggalkan riba dan hijrah total kepada kehidupan islam.

Jika kita melihat kasus kasus diatas tentu akan timbul pertanyaan apa yang menyebabkan itu semua atau apa yang menyebabkan muslim ragu untuk meninggalkan itu semua dan Hijrah secara totalitas ini yang insyaallah akan kita bahas. Baca pelan pelan dan resapi.

sebenaranya ketika kita melihat banyak sekali muslim yang masih ragu untuk meninggalkan semua aktivitas yang dilarang agama atau Hijrah secara totalitas maka sebenarnya semuanya itu didasari oleh keyakinannya atau bisa dikatakan pasti masih ada keraguan didalam hatinya tentang kebenaran janji janji Allah SWT  untuk orang yang senantiasa taat kepada syariatnya. Oleh sebab itu maka jika ada muslim yang ingin hijrah tapi masih ragu untuk melakukannya maka satu satunnya cara adalah memperbaiki keyakinannya, bagaimana caranya silahkan baca paragraf selanjutnya dan insyaallah kita akan sekaligus menjawab Pertanyaan tentang Kenapa keyakinan sangat berpengaruh kepada kesiapan.

Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut tentang mengapa keyakinan sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan bagaimana cara memperbaiki keyakinan ? Kita akan mencoba menganalogikannya   dengan  beberapa kasus berikut ini.

Ketika ada seorang  yang kuat makan dan juga orang ini merupakan perokok yang aktif  dan pada saat itu orang tersebut jatuh sakit  dan memeriksakan keadaannya ke dokter yang mana dokter tersebut sangat ahli  dan pada saat itu dokter tersebut memvonis orang itu  terkena kangker kemudian dokter itu memberikan larangan dan beberapa resep obat yang harus dimakan, banyak sekali larangan yang diberikan oleh dokter tersebut seperti tidak  boleh makan yang berminyak, berhenti untuk merokok, harus banyak berpuasa dan larangan lainya dan kalau ia tetap melanggar larangan itu umurnya tidak akan panjang. Pertanyaannya apa yang akan dilakukan orang tersebut apakah dia akan melanggar perintah dari dokter tersebut atau dia akan patuh. tentu dia akan patuh  kenapa karena dia sangat yakin dengan seyakin yakinnya dengan dokter itu sehingga keyakinannya tadi membuatnya tidak akan melanggar larangan dari dokter tersebut  Ini lah hakekat keyakinan. Ketika dia sudah yakin maka kesiapannya langsung datang sebagaimana kisah seorang perokok tadi jika tidak ada larangan dari dokter tersbut mungkin dia tidak akan berhenti merokok dan jika tidak ada anjuran untuk berpuasa dari dokter mungkin dia tidak akan pernah puasa.

Maka dari itu seberapa yakin kita dengan janji allah kepada orang orang yang selalu taat dengan perintahnya dan  menjauhi segala larangannya, seberapa yakin kita dengan janji surganya allah swt untuk orang orang yang taat dan juga seberapa yakin kita atas ancaman nerakanya allah swt kepada orang orang yang melanggar aturan aturan allah. Ketika kita sudah meyakini dengan seyakin yakinnya tentang janji janji allah tersebut maka orang orang yang beriman dan bertaqwa akan senantisa mempunyai kesiapan.

Maka ketika ada seorang muslimah yang sudah yakin dengan perintah allah bahwa wajibnya untuk menutup aurat dan ancaman untuk perempuan yang tidak menutup auratnya maka dia akan senantiasa taat pada perintah allah tampa alasan sedikitpun. Begitu juga ketika ada seorang muslim yang sudah tau dengan haramnya aktivitas pacaran maka dia akan senantiasa taat dan meninggalkannya. Hal ini juga sama dengan seorang muslim yang sudah yakin dengan janji allah untuk mencukupi rezeki orang orang yang menikah dan ancaman allah untuk orang orang yang masih memakan riba, maka  seorang muslim akan senantiasa siap untuk menjalankannya dan seorang muslim akan meninggalkan segala aktivitas ribanya tampa ada alasan sedikitpun.

Oleh karena itu sudahkan kita yakin dengan sekayin yakinnya atas janji janji allah dan ancaman ancaman allah, silahkan jawab sendiri. Dan  bagaimana jika kita sudah yakin, atau pertanyaan selanjutnya adalah jika kita sudah yakin untuk meninggalkan semua larangan allah swt dan kita sudah yakin dengan semua perintah perintah allah kemudian kita ingin sekali hijrah secara totalitas maka kita harus hijrah kemana dan bagaimana caranya hijrah kelingkungan baru sedangkan kita tidak tau harus hijrah kemana? nah insyaallah akan kita bahas pada tulisan berikutnya.

semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

“ DUNIA SEMAKIN BAPER SEMENJAK AKU MENGENAL MEDIA SOSIAL“

“ DUNIA SEMAKIN BAPER SEMENJAK AKU MENGENAL MEDIA SOSIAL“

Oleh: Andi Septiandi.

Ketika media sosial muncul dan mulai menjamur dikalangan pemuda dunia seakan terbalik semuanya jadi emosional. Trend cepat sekali berganti, media sosial sukses menjadikan manusia sangat emosianal sekali dan berakibat sedikit sedikit jadi kebawa perasaan atau biasa yang dikenal dengan BAPER.

Seperti misalnya Melihat Teman Upload foto Kuliner jadi baper| Melihat teman Upload foto dengan Pacar Jadi Baper | Melihat teman Upload foto dengan orang tua jadi Baper | Melihat teman Upload foto Traveling ke luar negri jadi Baper | Meihat teman Uploud foto menikah jadi baper | Melihat teman bukber jadi baper | melihat teman menggunkan aplikasi andorid terbaru jadi baper | melihat teman wisuda jadi baper dan duniapun menjadi semakin baper dan semua ini dengan sangat cepat menjadi trend dikalangan pengguna media sosial sehingga ketika tidak mengikuti trend itu seperti ketinggalan zaman. Disini terdapat hal yang menarik yaitu semua trend tersebut hanya bersifat emosional saja dan semua yang emosional itu hannya bersifat sementara. Sehingga beberapa tahun belakangan ini semenjak media sosial menjamur trend cepat sekali berubah mulai dari trend kata kata alay, rayuan gombal, joged cesar sampai pada saat ini trend game pokemon.

Pertanyaan kenapa demikian, kenapa trend sering sekali beruubah dan cepat sekali berubah ? tentu jawabannya sudah terjawab seperti yang sudah saya katakan yaitu sesuatu yang didasari oleh emosinal atau perasaan itu tidak akan bertahan lama. Tentu penjelasannya tidak sesederhana itu, lantas bagaimna ? silahkan baca paragraf selanjutnya.

Ketika media sosial muncul dan sukses membuat kalangan penggunanya menjadi BAPER trend cepat sekali berubah karena orang orang hanya melihat trend tersebut pada hal yang positivnya saja yang menurutnya itu bisa membuatnya bahagia ketika mengikuti trend tersebut, tetapi  dia tidak melihat melihat hal yang negatif dari trend itu yaitu Ketika para pelaku trend mengikuti trend tersebut ternyata tidak sesuai apa yang ada didalam pikirannya sehingga ketika trend tersebut sampai pada titik puncaknya atau sudah diikuti oleh mayoritas pengguna media sosial dan semua pengikut trend tersebut pun tersadarkan karena trend itu tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.

Sebagai contoh ketika kita melihat teman mengUpload foto kulinernya, foto travelingnya, foto dengan pacarnya, foto pernikahannya, foto wisudanya dan foto foto lainnya yang membuat kita jadi baper. tentu foto itu sukses menjadikan kita beranggapan bahwa kalo kita bisa kuliner,bisa traveling, bisa punya pacar, bisa menikah, dan bisa wisuda  ini pasti bisa membuat bahagia tetapi kita tidak menyadari hal hal yang diluar foto tersebut seperti kita tidak tau berapa banyak pengorbanan yang sudah ia lakukan untuk bisa kuliner, Traveling, menikah dan wisuda dan berapa banyak para aktivis pacaran yang menyesal karena ia melakukan aktivitas itu hal ini terjadi karena pesan yang sampai kepada kita mengenai foto tersebut hanya titik akhir dari foto tersebut. Tetapi kita tidak menyadari pengorbanan apa saja yang sudah ia lakukan untuk mengabadikan momen tersebut dan juga kita tidak menyadari peristiwa menyedihkan yang banyak sekali sebelum foto tersebut di upload dan berhasil menjadikan kita baper karenannya.

Setidaknya ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari tulisan diatas diantaranya.
sesuatu yang didasari oleh emosional itu hanya akan bersifat sementara saja dan jangan terlalu cepat mengikuti trend yang sedang berkembang karena bisa saja trend tersebut menyesatkan kita.  Maka sampai disini tentu akan ada yang bertanya jika kita tidak boleh mendasari sesuatu pada emosional atau perasaan belaka lantas kita harus mendasarinya kepada apa ?  serta jika kita dilarang untuk tidak terlalu cepat untuk mengikuti  trend yang berkembang lantas kita harus mengikuti apa ? apa ya ? mungkin hadist berikut ini bisa menjawab pertanyaan tersebut.
“ Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”( H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm )

Selama kita mengikuti apa yang telah Rasullullah SAW pesankan yaitu mengikuti trend yang tidak akan berubah sampai kapan pun yaitu mengikuti Al Quran dan Asunnah insyaallah kita tidak akan tersesat. Pertanyaan selanjutnya bagaimana cara untuk kita yang belum paham tentang keduanya ya tidak ada cara lain kecuali Hijrah, Ngaji, Dakwah. Maka dari itu agar kita  tidak terjerumus kepada trend menyesatkan maka #Yukngaji #Yukdakwah. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

Jumat, 06 Mei 2016

“ PERISTIWA ALLEPPO PENYEBAB, SOLUSI & BUKTI RUSAKNYA PAHAM NASIONALISME “

“ PERISTIWA ALLEPPO PENYEBAB, SOLUSI & BUKTI RUSAKNYA PAHAM NASIONALISME “
Oleh :  Andi Septiandi
Bismillahirahmanirahim.
Asalamulaikum wr. Wb
Dengan tulisan ini insyaallah saya akan mencoba menjawab dan menguraikan apa sebenarnya penyebab dari peristiwa yang terjadi di allepo, karena Beberapa hari ini kita disibukan dengan banjirnya berita berita tentang kondisi allepo disuriah dimedia sosial bagaimana kekejaman rezim basar ashad yang membabi buta membantai rakyatnya sendiri tetapi yang menyayat hati kita adalah bagaimana peristiwa tersebut tidak sama sekali menjadi sorotan dunia, dunia seakan akan bisu dan tuli atas kejadian yang terjadi disana. Berbeda ketika peristiwa paris attack terjadi dunia seakan akan sangat berduka cita mendalam ditambah bagaimana bungkamnya media nasional dan internasional atas peristiwa allepo ini menjadi bukti yang sagat kuat siapa penjahat dunia sebenarnya.
Sebelum masuk kepada inti tulisan Tentu sebagai seorang yang berfikir ada beberapa pertanyaan yang timbul dari diri kita tentang :
1.       Apakah dunia tidak mengetahui apa yang sedang  terjadi diallepo pada saat ini ?
2.      kemana negri negri muslimin yang pemimpinnya adalah astu aqidah dengan rakyat allepo ?
3.      bukankah sekarang turki dan arab saudi sudah yang katanya sudah berpihak kepada islam tetapi kenapa mereka hanya diam?
4.      Kenapa negri negri muslimin termasuk indonesia tidak berani mengirimkan bantuan militer untuk menolong saudara saudaranya diallepo ?
5.      Bagaimana solusi tuntas untuk mengatasi masalah kaum kaum muslimin di seluruh dunia temasuk allepo sekarang ?
Insyaalah saya akan mencoba menjawab dan menguraikan pertanyaan tersebut dalam sebuah tulisan silahkah dibaca.
Ketika kita melihat masalah yang terjadi pada negri negri kaum muslimin seperti pembantaian dan pembunuhan yang terjadi di palestina, rohinga, dan suriah pada saat ini adalah karena tidak adanya pelindung umat islam yaitu pemerintahan islam khilafah karena jika kita trek sejarah awal mula kehancuran umat islam dan bencana bencana yang menimpa umat islam adalah ketika runtuhnyanya khilafah ustmani di turki oleh mustafa kemal attartukr pada tahun 1924,  disini awal mula bencana bencana mulai menimpa kaum muslimin sejak saat itu wilayah islam di pecah belah dan dibagi bagi menjadi negara negara kebangsaan yang sampai pada saat ini ada sekitar 58 negara. Tidak cukup sampai memecah belah negara muslimin mereka juga memasang antek antek penguasa boneka yang bisa dengan mudah dikendalikan dan yang paling parah adalah paham paham nasionalisme yang disebarkan ke negri negri muslimin yang membuat negri negri muslim yang terpecah belah tersebut hanya peduli dengan nasib bangsanya sendiri dan ini akan kita bahas dan sekaligus menjawab bebrapa pertanyaan diatas.
Paham nasionalisme yang menyebar di negri negri muslimin, ini yang mebuat mereka seakan akan ketika melihat penderitaan bangsa lain termasuk yang terjadi di allepo pada saat ini diam dan menganggap bahwa masalah allepo bukanlah masalahnya. Paham nasionalisme juga yang membuat pemimpin pemimpin muslim diam dan tidak mau perduli tentang apa yang terjadi di allepo termasuk turki , arab saudi dan negara kita sendiri indonesia mereka hanya akan bertindak ketika pemimpin utamanya menyuruh dan ketika ada manfaat untuk bangsa dan negaranya, tetapi jika tidak ada manfaat untuk negaranya mereka tidak akan bekerja. Ini terbukti ketika peristiwa palestina yang terjajah dan suriah yang menderita negri negri muslimin tidak pernah melakukan empati dengan mengirimi pasukann untuk melawan tetapi hanya individu individu saja yang rela membantu itupun hanya sekedar materi saja yang mana materi tersebut hanya akan membantu saja tetapi tidak bisa memberhentikan pembantaian pembantaian yang terjadi disana. Karena pembantaian itu hanya bisa diatasi dengan mengirimi pasukan oleh negara untuk melawan negara negara yang menbantai umat muslim. Contoh lainya ketika kita melihat apa yang dilakukan turki ketika melihat apa yang terjadi disuriah ia hanya menampung pengungsi suriah, itu pun hanya sebagian saja yang sebagiannya ia telantarkan diperbatasan. tetapi bukan mengirimi tentara untuk melawan rezim yang telah membantai rakyat suriah. Semua ini terjadi karena paham nasioanalisme kebangsaan yang meracuni negri negri kaum muslimin. Sedangkan dalam pandangan islam haram meletakan ikatan kebangsaan, suku, Dll diatas ikatan aqidah islamiah.
SOLUSI TUNTAS MASALAH ALLEPO
Sebelum masuk kedalam bagaimana solusi tuntas untuk menyelesaikan masalah yang terjadi di allepo kita harus mengetahui bahwasanya suriah atau syam adalah negri pusat fitnah akhir zaman yang dikatakan rasullulah saw dan syam adalah pusat oarng orang beriman di akhir zaman banyak sekali hadist hadist yang berkaitan dengan negri syam diantaranya :
“Beruntunglah negeri Syam. Sahabat bertanya: mengapa ? Jawab Nabi saw: Malaikat rahmat membentangkan sayapnya di atas negeri Syam.” (HR. Imam Ahmad)
“Aku bermimpi melihat tiang kitab (Islam) ditarik dari bawah bantalku, aku ikuti pandanganku, ternyata ia adalah cahaya sangat terang hingga aku mengira akan mencabut penglihatanku, lalu diarahkan tiang cahaya itu ke Syam, dan aku lihat bahwa bila fitnah (konflik) terjadi maka iman terletak di negeri Syam.
“Salamah bin Nufail berkata: aku datang menemui Nabi saw dan berkata: aku bosan merawat kuda perang, aku meletakkan senjataku dan perang telah ditinggalkan para pengusungnya, tak ada lagi perang. Nabi saw menjawab: Sekarang telah tiba saat berperang, akan selalu ada satu kelompok di tengah umatku yang unggul melawan musuh-musuhnya, Allah sesatkan hati-hati banyak kalangan untuk kemudian kelompok tersebut memerangi mereka, dan Allah akan memberi rizki dari mereka (berupa ghanimah) hingga datang keputusan Allah (Kiamat) dan mereka akan selalu demikian adanya. Ketahuilah, pusat negeri Islam adalah Syam. Kuda perang terpasang tali kekang di kepalanya (siap perang), dan itu membawa kebaikan hingga datangnya Kiamat.” (HR. Imam Ahmad)
 Hendaklah kalian memilih Syam, karena ia adalah negeri pilihan Allah, yang Allah kumpulkan di sana hamba-hamba pilihan-Nya, jika tak bisa hendaklah kalian memilih Yaman, dan berilah minum (hewan kalian) dari kolam-kolam (di lembahnya), karena Allah menjamin untukku negeri Syam dan penduduknya.
 Jika penduduk Syam rusak agamanya maka tak tersisa kebaikan di tengah kalian. Akan selalu ada satu kelompok dari umatku yang dimenangkan oleh Allah, dan sedikitpun tidak akan membahayakan mereka orang yang berusaha menghinakannya hingga datang hari Kiamat.
Syam atau suriah pada saat ini adalah negri yang proses arab spring yang paling lama karena opini penegakan khilafah disana sudah menjadi opini umum di tengah rakyat suriah mereka tidak mau masuk kedalam jebakan kafir imprealis untuk menerapkan sistem kufur demokrasi dan mereka sadar masalah negri kaum muslimin tidak akan selesai hanya dengan mengganti pemimpin saja maka dari mereka sadar revolusi terbaik adalah revolusi islam dan menegakan khilafah kembali karena hanya dengan khilafah lah mereka bisa terbebas sepenuhnya oleh sebab itu berbagai cara sudah dilakukan oleh kafir imprealis untuk memadamkan semangat revolusi disyam mulai dengan negosiasi dengan para mujahidin, mengadu domba mujahidin serta membuat khilfah bajakan ala ISIS semua cara sudah dilakukan tetapi tidak bisa memadamkan api cahaya revolusi islam disyam maka satu satunya cara adalah membantai rakyatnya yang tidak sepaham dengan ide kufurnya, oleh karena itu banyak negara negara kafir yang takut tegaknya kembali khilafah masuk untuk ikut membantai rakyat dan mujahidin di syam mulai dari rusia, china, peransic dan amerika semua kepentingan masuk kedalamnya.
Maka dari itu Ketika kita memahami hakekat akar masalah yang terjadi di negri negri kaum muslimin termasuk allepo pada hari ini adalah tidak adanya pelindung umat islam yaitu khilafah serta pecahnya negri negri kaum muslimin dan tersebarnya paham paham merusak seperti nasionalisme dan sekularisme, lantas bagaimana cara mengatasi dan menyelesaikan permasalahan umat islam di allepo pada hari ini. Tentu untuk menyelesaikan pembantaian pembantaian yang terjadi di negri negri kaum muslimin termasuk di allepo adalah negri negri kaum muslimin harus bersatu dan mengirimkan pasukan untuk melawan negara negara yang menbantai umat islam karena pembantaian yang terjadi di allepo tidak akan selesai hanya dengan mengirimi bantuan makanan dan obat obatan walau pun ini merupakan amal yang mulia tetapi hakekatnya tidak akan bisa menyelesaikan masalah yang ada di allepo karena masalah disana adalah pembantaian oleh karena itu pengiriman pasukan adalah solusi kongkrit untuk mengatasi masalah di allepo dan tentunya ini tidak akan mungkin terjadi selama negri negri kaum muslimin masih belum bersatu dan paham paham merusak seperti nasionalisme masih diadopsi oleh umat islam oleh karena itu solusi tuntas untuk mengatasi masalah di allepo dan menyatukan negri negri muslimin diseluruh dunia adalah dengan menegakan khilafah karena hanya khilafah institusi satu satunya yang akan menjadi pelindung kaum muslimin dan hanya khilafah  yang akan menyatukan negri negri muslimin yang terpecah.
 Allah, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu, aku penuhi panggilan-Mu— dengan siap menjalankan perintah-Mu—wahai Allah”.
“, wahai Allah, kami tidak punya siapa-siapa selain Engkau, wahai Allah”.
al-Ummah turîdu al-Khilâfah min jadîd, umat menginginkan Khilafah kembali”.
Mahasuci Engkau, wahai Allah, dimana dengan memuji-Mu kami bersaksi bahwa tidak ada Tuhan kecuali Engkau. Hanya kepada Engkau-lah kami memohon ampunan, dan hanya kepada Engkau-lah kami bertaubat.

Rabu, 30 Maret 2016


Bismillahirahmannirahhim.

Tulisan ini saya tulis hanya semata mata untuk mengingatkan saudara seiman atas bahaya dari ashabiyah yaitu meletakan ikatan kelompok , suku , kebangsaan dan ikatan lainya diatas ukhuwah islamiah yaitu ikatan akidah.

Saya mengingatkan teman teman seiman bahwa salah satu penyebab kemunduran umat islam adalah menyebarnya paham paham selain islam atau liberalisasi pemikiran salah satunya adalah ashabiyah.

Bukan kah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika hijrah ke madinah yang dilakukannya menghilangan paham paham seperti ini yaitu dengan mempersaudarakan suku aus dan khazraj dan mempersaudaran kaum anshor dan muhajirin apakah kita hendak ingin merubah ajaran yang telah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ajarkan dan Rasulullah shallallahu alaihi wasallam juga menyampaikan kepada kita dalam sebuah hadist

“Tidaklah termasuk golongan kami, siapa saja yang menyeru kepada ‘ashabiyyah, dan bukanlah termasuk golongan kami, siapa saja yang berperang di atas ‘ashabiyyah, dan bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang mati di atas ‘ashabiyyah”. [HR. Imam Abu Dawud]

Saya Berhusnudzon bahwanya teman teman melakukan semua tindakan menghalangi jalan dakwah selain kelompok yang diikuti adalah semata mata karena ketidaktahuan.
saya Berhusnudzon bahwa tindakan tindakan menghalangi jalan dakwah bukan karena bertujuan untuk menghambat jalan dakwah tetapi karena ketidaktahuan.
Karena ini lah saya mencoba mengingatkan saudara seiman untuk kembali kepada ajaran islam yang murni melandasi segala perbuatan  atas dasar sumber hukum islam.

Saya juga mengingatkan kepada saudara seiman segala macam fitnah dan prasangka buruk yang ada dalam benak teman-teman terhadap kelompok yang sama sama memperjuangkan islam karena saya sangat takut kelak  di yaumul hisab kita semua menjadi orang orang yang bangkrut seperti apa yang telah   rasulullah salallah alaihiwasalam sampaikan dalam hadist riwayat muslim.

“Tahukah kalian siapa orang yang pailit (bangkrut)? Para sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.” Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa (pahala) shalat, puasa, dan zakat; akan tetapi dia datang (dengan membawa dosa) telah mencaci si ini, menuduh si ini, memakan harta si ini, menumpahkan darah si ini, dan memukul si itu; maka si ini (orang yang terzhalimi) akan diberikan (pahala) kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman), dan si ini (orang yang terzhalimi lainnya) akan diberikan kebaikannya si ini (pelaku kezhaliman). Jika kebaikannya telah habis sebelum dituntaskan dosanya, maka (dosa) kesalahan mereka diambil lalu dilemparkan kepadanya kemudian dia dilemparkan ke dalam neraka.”

tentu hadis ini untuk mengingatkan kita jika tuduhan yang kita tuduhkan ini benar akan menjadi gibah dan kalaulah ini salah akan menjadi fitnah. Apa lagi yang kita tuduh yang kita fitnah yang kita halangi jalan dakwahnya adalah Kelompok yang sama sama memperjuangkan islam.  berapa banyak jumlah indivudu yang berada dalam jamaah tersebut.

Jika semasa hidup tilawah kita banyak, puasa kita banyak, tahajud kita banyak bayangkan semua akan habis kita bagikan kepada orang orang yang kita fitnah tidak cukup sampai disitu jika pahala kita sudah habis maka dosa individu individu yang berada dalam kelompok yang kita fitnah, kita ghibah dan yang kita halangi jalan dakwahnyanya akan kita ambil semuanya nauzubillah minjalik.

Tentu ini bukanlah yang kita mau tentu saya sebagai penulis sangat berharap kelak kita bersama sama disurganya allah berkumpul dan masuk kedalam surga atas landasan ukhuwah islamiah.

Semoga tulisan ini dapat menjadi bahan muhasabah untuk kita semua terutama untuk diri yang lemah ini.

Terakhir saya sebagai penulis menutup tulisan ini dengan hadis rasulullah salallah alaihiwasalam

“Tidak beriman seseorang dari kalian hingga dia mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri.” (HR. Bukhari-Muslim dari Anas ra)



Andi septiandi hamba yang selalu berharap ampunan allah swt .