Harokah kan Banyak Harus Gabung Harokah Yang Mana ?
Oleh : Andi Septiandi
Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya banyak diantara kita tidak mau bergabung kedalam barisan harokah yang memperjuangkan islam dengan alasan diantaranya bingung mau gabung kemana karena banyaknya harokah islam, takut masuk kepada kelompok yang sesat, dan berbagai alasan lainya. Nah insyaallah pada tulisan kali ini bisa membantu teman teman dalam memilih harokah. Maaf jika tulisan agak susah dimengerti tapi coba aja di baca perlahan hehe.
Pertama tama yang harus kita ketahui bahwasanya semua kelompok kelompok dakwah dalam mendirikan jamaahnya pasti akan bersandar kepada seruan allah dalam Al Quran surah Ali Imran ayat 104 :
وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”
Oleh sebab itu dari ayat tersebut kita bisa menarik kriteria dalam memilih harokah sesuai dengan seruan Allah Swt dalam Surah Ali Imran ayat 104 yaitu minimal ada 3 kriteria yang wajib dipenuhi sebuah harokah yang pertama menyeru kepada al khoir (Iman Ibnu katsir menafasirkan maksud Al khoir adalah Islam), berikutnya adalah menyeruh kepada yang makruf dan yang terakhir mencegah dari yang mungkar.
Ingat ada 3 kriteria menyeru orang orang kepada islam, menyeru orang untuk melakukan yang ma’ruf dan mencegah orang orang dalam melakukan kemungkaran.
Dan yang paling penting kita ketahui adalah penutup ayat itu “Wa’uulaaIkaa Hum’Mul Muflihun” merakalah orang orang yang beruntung. Hum’Mul Muflihun dalam bahasa arab bermakna jamak jadi bisa dimaknai Kelompok itulah kelompok kelompok yang beruntung ini yang menjadi dalil bahwasanya kelompok itu memang tidak harus satu, kelompok itu boleh banyak asalkan kelompok tersebut memenuhi 3 kriteria tadi insyaallah kelompok tersebut benar.
Sampai disini mungkin teman teman belum merasa cukup dengan penjelasan diatas karena dalam sebuah hadist yang sering kita dengar tentang perpecahan umat islam yang pernah Rasullullah Saw sampaikan bahwa umatnya kelak akan terpecah menjadi 73 golongan yang mana hadist tersebut berbunyi :
“ketahuilah, sesungguhnya orang orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah menjadi 72 golongan dan sesungguhnya agama ini (islam) akan berpecah belah menjadi 73 golongan, 72 golongan tempatnya didalam neraka dan 1 golongan didalam surga, yaitu Al-jamaah (HR. Ahmad)
Serta hadist berikutnya yang berbunyi :
“sesungguhnyabani israil pecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan pecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan, mereka berkata “siapa itu wahai rasulullah ?” beliau bersabda : apa yang aku diatasnya dan para sahabtku.” (HR.Tirmidzi)
Dari kedua hadist ini setidaknya ada 2 kriteria untuk menjadi golongan yang selamat yang pertama adalah Al-jamaah dan yang kedua berdiri pada sunnah rasulullah dan sunnah para sahabatnya. Dari sinilah ulama membuat istilah yang sering kita dengar dibeberapa kesempatan yaitu golongan “AHLUSUNNAH WAL JAMAAH” satu golongan yang akan selamat.
Nah dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwasanya golongan yang akan selamat adalah golongan yang selalu mengikuti sunnah rasulullah dan para sahabat serta tergabung dalam Al jamaah. Tentu kita akan bertanya yang dimaksud Al jamaah itu apa ? nah ini yang akan kita bahas.
Pada hadist yang pertama Rasulullah mengatkan kepada kita golongan yang selamat adalah Al jamaah. Sebelum masuk kepada penjabaran al jamaah yang harus di ketahui bahwasanya dalam bahasa arab kata benda terbagi menjadi 2 ada kata benda umum dan kata benda khusus atau yang disebut dengan isim marifat dan isim nakiroh. Kata al jamaah adalah isim marifat yaitu kata benda khusus.
Sebagai contoh jika kitab dalam bahasa arab berarti buku, tapi jika ditambah dengan “Al” maka maknanya menjadi khusus yaitu al kitab yang artinya buku itu. Sama dengan makna Al jamaah yang bermakna khusus yaitu untuk satu jamaah saja jamaah yang itu. Jadi secara bahasa makna dari al jamaah adalah jamaah itu jamaah yang khusus. setidaknya kita mempunyai pertanyaan tentang apa jamaah yang dimaksud Rasullullah.
Banyak sekali ulama membahas tentang arti atau makna Al-jamaah dan setidaknya ada beberapa ulama yang mendefinisakan makna dari al jamaah diantarnya :
Imam Ibnu Hajar Al Asqolani ulama terkenal yang mengarang kitab Bulurul Mahrom, Imam Satibi ulama Fiqih dan Imam Tobari seorang ulama ahli hadis yang mana mereka menjelaskan makna dari Al jamaah adalah kumpulan seluruh kaum muslimin yang mana mereka dipimpin oleh satu pemimpin. Yang dalam terminologi Sunni adalah Khilafah atau Imammah. Yang setelah Rasullulah Saw wafat digantikan oleh Khalifah Abu bakar, Umar, Usman dan Ali Ra. Pertanyaannya adalah apakah al jamaah tersebut sekarang ada atau apakah satu pemimpin yang memimpin semua kaum muslimin sekarang ada. Ya jawabannya tentu tidak ada oleh sebab itu berlakulah kaidah ushul fiqih “Mala Yatimul Wajibu Illa Bihi Fahuwa Wajib” sesuatu kewajiban yang tidak terlaksa karena sesuatu maka sesuatu tersebut menjadi wajib.
Sebagai contoh wudhu dalam islam hukumnya Sunnah tetapi hukum wudhu ketika mau Sholat menjadi Wajib, jika tidak ada air hukum mencari air untuk berwdhu untuk sholat menjadi wajib, jika tidak ada air karena mesin pompanya rusak maka membenarkan mesin pompa air untuk berwudhu untuk sholat menjadi wajib dan seterusnya. Ini yang disebut dengan kaidah fiqih “Mala Yatimul Wajibu Illa Bihi Fahuwa Wajib”.
Begitu juga dengan al jamaah, karena Al jamaah tidak ada maka hukum menegakan Al jamaah atau yang disebut dengan Khilafah menjadi wajib dan karena tidak ada kelompok yang memperjuangkan adanya khilafah maka Hukum adanya kelompok untuk menegakan Khilafah adalah wajib dan oleh sebab itu bergabung kepada kelompok yang memperjuangkan tegaknyanya Khilafah hukumnya wajib.
Sampai disini mungkin kita dapat menyimpulkan beberapa point diantarnya adalah kelompok dakwah memang tidak Harus satu dan kelompok tersebut haruslah memenuhi 3 kriteria diantarnya adalah menyeru kepada islam, menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Serta point penting adalah jamaah tersebut harus mengikuti sunnah rasul dan para sahabat dan mempunyai tujuan menegakan al jamaah atau khilafah.
Pertanyaan terakhir untuk menutup Tulisan ini adalah harokah apa yang memenuhi kriteria tersebut dan bertujuan mengembalikan Al Jamaah atau Khilafah. Insyaallah teman teman bisa bergabung dengan Hizbut Tahrir dan berjuang bersamanya mengembalikan Khilafah, insyaallah Hizbut Tahrir Memenuhi semua kriteria tersebut . Memang kelompok dakwah tidak hanya di Hizbut Tahrir teman teman bisa masuk kedalam semua kelompok dakwah asalkan tujuannya sama yaitu mengembalikan kehidupan islam dalam naungan Khilafah atau mengembalikan Al jamaah tadi, Tetapi jika sulit mencari jamaah yang bertujuan menegakan kembali Khilafah teman teman bisa bergabung kedalam Hizbut Tahrir.
Semoga tulisan ini bermanfaat jika teman teman tertarik untuk diskusi atau bergabung dan mengkaji islam di Hizbut Tahrir bisa inbox.