Rabu, 27 Juli 2016

Harokah kan banyak harus gabung ke harokah yang man ?

Harokah kan Banyak Harus Gabung Harokah Yang Mana ?

Oleh : Andi Septiandi

Sebagaimana yang kita ketahui bahwasanya banyak diantara kita tidak mau bergabung kedalam barisan harokah yang memperjuangkan islam dengan alasan diantaranya  bingung mau gabung kemana karena banyaknya harokah islam, takut masuk kepada kelompok yang sesat, dan berbagai alasan lainya. Nah insyaallah pada tulisan kali ini bisa membantu teman teman dalam memilih harokah. Maaf jika tulisan agak susah dimengerti tapi coba aja di baca perlahan hehe.

Pertama tama yang harus kita ketahui bahwasanya semua kelompok kelompok  dakwah dalam mendirikan jamaahnya pasti akan bersandar kepada seruan allah dalam Al Quran surah Ali Imran ayat 104 :

وَلْتَكُنْ مِنْكُمْ أُمَّةٌ يَدْعُونَ إِلَى الْخَيْرِ وَيَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَأُولَئِكَ هُمُ الْمُفْلِحُونَ

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar merekalah orang-orang yang beruntung.”

Oleh sebab itu dari ayat tersebut kita bisa menarik kriteria dalam memilih harokah sesuai dengan seruan Allah Swt dalam Surah Ali Imran ayat 104 yaitu minimal ada 3 kriteria yang wajib dipenuhi sebuah harokah yang pertama menyeru kepada al khoir (Iman Ibnu katsir menafasirkan maksud Al khoir adalah Islam), berikutnya adalah menyeruh kepada yang makruf dan yang terakhir mencegah dari yang mungkar.

Ingat ada 3 kriteria  menyeru  orang orang kepada islam, menyeru orang untuk melakukan yang ma’ruf dan mencegah orang orang dalam melakukan kemungkaran.

Dan yang paling penting kita ketahui adalah penutup ayat itu “Wa’uulaaIkaa Hum’Mul Muflihun” merakalah orang orang yang beruntung. Hum’Mul Muflihun dalam bahasa arab bermakna jamak jadi bisa dimaknai Kelompok itulah kelompok kelompok yang beruntung ini yang menjadi dalil bahwasanya kelompok itu memang tidak harus satu, kelompok itu boleh banyak asalkan kelompok tersebut memenuhi 3 kriteria tadi insyaallah kelompok tersebut benar.

Sampai disini mungkin  teman teman belum merasa cukup dengan penjelasan diatas karena dalam sebuah hadist yang sering kita dengar tentang perpecahan umat islam yang pernah Rasullullah Saw sampaikan bahwa umatnya kelak akan terpecah menjadi 73 golongan yang mana hadist tersebut berbunyi :

ketahuilah, sesungguhnya orang orang sebelum kamu dari ahli kitab telah berpecah belah menjadi 72 golongan dan sesungguhnya agama ini (islam) akan berpecah belah menjadi 73 golongan, 72 golongan tempatnya didalam neraka dan 1 golongan didalam surga, yaitu Al-jamaah (HR. Ahmad)

Serta hadist berikutnya yang berbunyi :

“sesungguhnyabani israil pecah menjadi 72 golongan, dan umatku akan pecah menjadi 73 golongan, semuanya di neraka kecuali satu golongan, mereka berkata “siapa itu wahai rasulullah ?” beliau bersabda : apa yang aku diatasnya dan para sahabtku.” (HR.Tirmidzi)

Dari kedua hadist ini setidaknya ada 2 kriteria untuk menjadi golongan yang selamat yang pertama adalah Al-jamaah dan yang kedua berdiri pada sunnah rasulullah dan sunnah para sahabatnya. Dari sinilah ulama membuat istilah yang sering kita dengar dibeberapa kesempatan yaitu golongan “AHLUSUNNAH WAL JAMAAH” satu golongan yang akan selamat.

Nah dari penjelasan diatas kita dapat mengetahui bahwasanya golongan yang akan selamat adalah golongan yang selalu mengikuti sunnah rasulullah dan para sahabat serta tergabung dalam Al jamaah. Tentu kita akan bertanya yang dimaksud Al jamaah itu apa ? nah ini yang akan kita bahas.

Pada hadist yang pertama Rasulullah mengatkan kepada kita golongan yang selamat adalah Al jamaah. Sebelum masuk kepada penjabaran al jamaah yang harus di ketahui bahwasanya dalam bahasa arab kata benda terbagi menjadi 2 ada kata benda umum dan kata benda khusus atau yang disebut dengan isim marifat dan isim nakiroh. Kata al jamaah adalah isim marifat yaitu kata benda khusus.

Sebagai contoh jika kitab dalam bahasa arab berarti buku, tapi jika ditambah dengan “Al” maka maknanya menjadi khusus yaitu al kitab yang artinya buku itu. Sama dengan makna Al jamaah yang bermakna khusus yaitu untuk satu jamaah saja jamaah yang itu. Jadi secara bahasa makna dari al jamaah adalah jamaah itu jamaah yang khusus. setidaknya kita mempunyai pertanyaan tentang apa jamaah yang dimaksud Rasullullah.

Banyak sekali ulama membahas tentang arti atau makna Al-jamaah dan setidaknya ada beberapa ulama yang mendefinisakan makna dari al jamaah diantarnya :

Imam Ibnu Hajar Al Asqolani ulama terkenal yang mengarang kitab Bulurul Mahrom, Imam Satibi ulama Fiqih dan Imam Tobari seorang ulama ahli hadis yang mana mereka menjelaskan makna dari Al jamaah adalah kumpulan seluruh kaum muslimin yang mana mereka dipimpin oleh satu pemimpin. Yang dalam terminologi Sunni adalah Khilafah atau Imammah. Yang setelah Rasullulah Saw wafat digantikan oleh Khalifah Abu bakar, Umar, Usman dan Ali Ra. Pertanyaannya adalah apakah al jamaah tersebut sekarang ada atau apakah satu pemimpin yang memimpin semua kaum muslimin sekarang ada. Ya jawabannya tentu tidak ada oleh sebab itu berlakulah kaidah ushul fiqih “Mala Yatimul Wajibu Illa Bihi Fahuwa Wajib” sesuatu kewajiban yang tidak terlaksa karena sesuatu maka sesuatu tersebut menjadi wajib.

Sebagai contoh wudhu dalam islam hukumnya Sunnah tetapi hukum wudhu ketika mau Sholat menjadi Wajib, jika tidak ada air hukum mencari air untuk berwdhu untuk sholat menjadi wajib, jika tidak ada air karena mesin pompanya rusak maka membenarkan mesin pompa air untuk berwudhu untuk sholat menjadi wajib dan seterusnya. Ini yang disebut dengan kaidah fiqih “Mala Yatimul Wajibu Illa Bihi Fahuwa Wajib”.

Begitu juga dengan al jamaah, karena Al jamaah tidak ada maka hukum menegakan Al jamaah atau yang disebut dengan Khilafah menjadi wajib dan karena tidak ada kelompok yang memperjuangkan adanya khilafah maka Hukum adanya kelompok untuk menegakan Khilafah adalah wajib dan oleh sebab itu bergabung kepada kelompok yang memperjuangkan tegaknyanya Khilafah hukumnya wajib.

Sampai disini mungkin kita dapat menyimpulkan beberapa point diantarnya adalah kelompok dakwah memang tidak Harus satu dan kelompok tersebut haruslah memenuhi 3 kriteria diantarnya adalah menyeru kepada islam, menyeru kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar. Serta point penting adalah jamaah tersebut harus mengikuti sunnah rasul dan para sahabat dan mempunyai tujuan menegakan al jamaah atau khilafah.

Pertanyaan terakhir untuk menutup Tulisan ini adalah harokah apa yang memenuhi kriteria tersebut dan bertujuan mengembalikan Al Jamaah atau Khilafah. Insyaallah teman teman bisa bergabung dengan Hizbut Tahrir dan berjuang bersamanya mengembalikan Khilafah, insyaallah Hizbut Tahrir Memenuhi semua kriteria tersebut . Memang kelompok dakwah tidak hanya di Hizbut Tahrir teman teman bisa masuk kedalam semua kelompok dakwah asalkan tujuannya sama yaitu mengembalikan kehidupan islam dalam naungan Khilafah atau mengembalikan Al jamaah tadi, Tetapi jika sulit mencari jamaah yang bertujuan menegakan kembali Khilafah teman teman bisa bergabung kedalam Hizbut Tahrir.

Semoga tulisan ini bermanfaat jika teman teman tertarik untuk diskusi atau bergabung dan mengkaji islam di Hizbut Tahrir bisa inbox. 

Senin, 25 Juli 2016

SAYA  SUDAH YAKIN NI MAU HIJRAH , BAGAIMANA CARANYA ? SAYA HARUS KEMANA ? MULAINYA DARI MANA ?

SAYA  SUDAH YAKIN NI MAU HIJRAH , BAGAIMANA CARANYA ? SAYA HARUS KEMANA ? MULAINYA DARI MANA ?

Oleh : Andi Septiandi

Bagi sahabat  sudah memutuskan untuk hijrah tapi masing bingung mau mulainya dari mana, bagaimana caranya dan harus kemana insyaalah tulisan ini bisa membantu. Silakan baca dengan tenang dan setelah itu di coba diaplikasikan.

Sebelum menjawab pertanyaan bagaimana, harus kemana, dan mulai dari mana ada baiknya kita deifinisikan dulu Hijrah itu apa si nanti takutnya ketika sudah dijelasin panjang lebar malah masih belum paham apa itu hijrah.

Oke kita mulai dari penjelasan sederhana hijrah adalah meninggalkan dari yang pertama menuju yang kedua tidak berdiam atau bertetap diri atau kita bisa juga mengambil pendapat beberapa ulama diantaranya pendapat al-Jurjani: hijrah adalah pindahdari daarul kufr kepada daarul Islam, atau pendapatnya Ibnu Hazm: hijrah adalah taubat meninggalkan segala dosa-dosa, bisa juga dengan pendapat Ibnu Rajab al-Hanbali: hijrah adalah meninggalkan dan menjauhi keburukan untuk mencari, mencintai dan mendapatkan kebaikan. Nah dengan ini mungkin kita sudah bisa menarik kesimpulan sederhana tentang apa yang dimaksud dengan Hijrah yaitu keluar dari keburukan menuju kepada kebaikan. Kalo masih kurang penjelasannya mungkin kita bisa mengambil pelajaran dari hijrahnya Rasullullah Saw  dan para sahabat dari mekah menuju ke madinah.

Selanjutnya yang sangat penting harus dipahami adalah memang dalam proses Hijrah memang sulit, karena harus memulai kehidupan yang baru memulai kebiasaan yang baru, tetapi kesulitan ini akan berbuah manis di kemudian hari. Sebagaimana hijrahnya Rasullulah Saw banyak sekali tantangan yang dihadapi seperti harus menempuh jarak makkah – madinah sejauh 470 km, harus  meninggalkan harta benda  dan meninggalkan keluarga serta ditambah resiko disiksa dan dibunuh bila tertawan. Tetapi bagaimana hasil yang diperoleh ketika rasullullah Saw berhasil berhijrah tentu sangat luar biasa kegemilangan islam dimulai sejak hijrahnya Rasulullah Saw dan di abadikan sebagai perhitungan awal tahun dalam penanggalan islam. Jadi jika masih ada yang ragu, masih ada yang galau, masih ada yang takut untuk hijrah bisa menjadikan pelajaran bagaimana hijrahnya rasulullah dan para sahabat memang sulit tapi insyaallah akan bebuah sangat manis di penghujungnya.

Sebagimana definisi hijrah adalah meninggalkan keburukan menuju kepada kebaikan tentu ini harus dilakukan secara totalitas yaitu meninggalkan lingkungan lama menuju lingkungan baru artinya lingkungan lama benar benar ditinggalkan menuju ke lingkungan baru. Hal ini sangat penting diperhatikan karena banyak sekali muslim yang sudah hijrah kepada kebaikan tetapi dia kembali lagi seperti dahulu hal ini dikarenakan ia hijrah tidak totalitas atau ia masih tetap pada lingkungan yang lama atau masih berinteraksi dilingkungan lamanya.

Yang paling penting adalah mencari lingkungan baru yang terdapat teman teman yang baru dengan kebiasaan yang baru dengan ini bisa membantu kita untuk tetap istiqomah didalam kebaikan. Tetapi sampai disini pasti masih ada yang bertanya tanya didalam hatinya seperti, berarti harus meninggalkan teman teman lama kita dong, ntr kalo dia memusuhi kita gimna, kalo kita di ledekin gimana, nanti kalo lingkungan baru tidak mau menerima kita gimana, kalo kita merasa tidak enak dilingkungan baru gimana? , pertanyaan pertanyaan seperti ini pasti akan muncul dan terkadang menjadi alasan untuk tidak berhijrah lantas bagaimana mengatasinya ? jawabannya bisa teman teman baca pada tulisan sebelumnya tentang hakekat kesiapan dan keyakinan, jalani saja insyaallah kesiapan akan datang pada saat kita mau memulai tetapi jika kita tidak mau memulai ya gak mungkin akan siap oleh sebab itu mulai dulu baru kesiapan akan datang. Agar membatu memperkokoh niat  teman teman untuk berhijrah ni coba baca janji allah untuk orang orang yang berhijrah

Barangsiapa berhijrah di jalan Allah, niscaya mereka mendapati di muka bumi ini tempat hijrah yang luas dan rezki yang banyak. Barangsiapa keluar dari rumahnya dengan maksud berhijrah kepada Allah dan Rasul-Nya,kemudian kematian menimpanya (sebelum sampai ke tempat yang dituju), maka sungguh telah tetap pahalanya di sisi Allah. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang  (TQS an-Nisaa [4] : 100)

Sampai disini insyaallah teman teman akan semakin kuat tekadnya untuk hijrah tetapi mungkin sebagian masih akan bertanya kalau tekad kita sudah bulad lantas hijrahnya harus kemana atau dimana mencari lingkungan yang baik yang dilingkungan tersebut  terdapat teman teman yang selalu melaksanakan kebaikan.  Nah setidaknya dari paparan diatas teman teman  bisa mengambil point point penting dalam memilih lingkungan yaitu lingkungannya harus terdapat teman – teman yang senantiasa dalam kebaikan, dapat membantu kita punya aktivitas baru yaitu aktivitas dakwah, dan yang paling penting lingkungan tersebut dapat menambah ilmu pengetahuan kita kepada islam.

Minimal 3 point penting ini harus ada dalam lingkungan tempat kita hijrah karena dengan adanya teman teman yang selalu dalam kebaikan akan menjadikan kita senantiasa semangat dan akan selalu ada orang orang yang mengingatkan kita dalam kebaikan tidak cukup dengan itu kita harus mempunyai aktivitas baru yaitu dakwah karena hanya dengan dijalan dakwah akan membuat kita terus istiqomah berada dijalan allah pertanyaannya  adalah dakwah yang bagaimana insyaallah akan kita bahas pada tulisan berikutnya, nah tentu untuk melakukan aktivitas dakwah kita perlu mempunyai persiapan layaknya ketika pergi berperang harus menyiapkan amunisi nah dalam dakwah juga sama harus menyiapakkan bekal juga yaitu ilmu, pertnyaannya bagaimana mendapatkan semua ini ya tentu tidak ada cara lain selain belajar dan terus belajar dan mengkaji islam.

Sebelum tulisan ini ditutup ada beberapa hal  sederhana yang saat ini bisa teman teman lakukan sebelum memulai untuk menuju lingkungan baru yaitu cobalah follow akun akun dakwah dimedia sosial dan tentunya dibarengi dengan unfollow akun akun yang dapat membuat sempitnya hati kemudian datang majelis majelis ilmu di daerah sekitar teman teman atau jika sibuk bisa melalui youtube insyaallh banyak kajian kajian islam yang bisa teman teman lihat.

Nah tentu semua itu belumlah cukup karena 3 point penting dalam berhijrah belum terpenuhi oleh sebab itu Tulisan ini akan ditutup dengan pertanyaan dimana mencari lingkungan yang mempunyai 3 point penting tadi ? Nah inysaallah bergabung aja pada jamaah, kelompok atau harokah yang memperjuangkan islam insyalah 3 point tersebut ada dalam harokah harokah islam dan banyak disekitar kita. Sampai disini jika masih ada yang bertanya, kan kelompok dan harokah islamkan banyak, kita harus gabung kemana saya takut masuk kepada kelompok yang sesat ? tenang insyaallah pada tulisan berikutnya penulis akan menjawabnya.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk teman teman. 😃😃

Hakekat Kesiapan dan Keyakinan

Untuk teman teman yang masih punya keraguan didalam hati nya untuk Hijrah dari kehidupan lama, Ragu untuk berjilbab, Ragu untuk Putus dengan pacarnya, Ragu Untuk Menikah, Ragu untuk meninggalkan Riba, dan keraguan meninggalkan kemaksiatan lainnya insyaallah tulisan ini bisa membantu.

Hakekat Kesiapan dan Keyakinan

Oleh : Andi Septiandi

Ketika kita melihat kehidupan pada era sekarang memang sangat sulit untuk idealis dalam beragama dan sangat sulit sekali untuk mencari keadaan yang tidak bertentangan dengan aturan  islam Sehingga membuat banyak sekali muslim tidak 100% dalam menjalankan agamanya seperti banyak muslimah yang sudah tau bahwa pakaiaan yang dikenakannya tidak sesuai dengan tuntunan islam dia tau akan hal itu tapi karena beberapa alasan salah satunya belum siap dia ragu untuk menjalankannya, selalu saja kesiapan dijadikan alasan. Begitu juga ketika seorang muslim yang menjalankan aktivitas yang dilarang agama seperti pacaran mereka tau bahwa pacaran itu haram dalam agama tetapi mereka tetap menjalankannya dengan alasan trend DLL serta tak jarang mereka berlasan karena belum siap untuk meninggalkan aktivitas itu. Hal ini juga sama terhadap kasus kasus yang lain seperti muslim yang masih ragu untuk menikah, ragu untuk meninggalkan riba dan ragu untuk meninggalkan lingkungan lamanya menuju kelingkungan baru tentunya masih dengan alasan yang sama yaitu belum ada kesiapan untuk menikah disisi lain tapi dia masih melaksakan aktivitas pacaran begitu juga dengan belum ada kesiapan untuk meninggalkan riba dan hijrah total kepada kehidupan islam.

Jika kita melihat kasus kasus diatas tentu akan timbul pertanyaan apa yang menyebabkan itu semua atau apa yang menyebabkan muslim ragu untuk meninggalkan itu semua dan Hijrah secara totalitas ini yang insyaallah akan kita bahas. Baca pelan pelan dan resapi.

sebenaranya ketika kita melihat banyak sekali muslim yang masih ragu untuk meninggalkan semua aktivitas yang dilarang agama atau Hijrah secara totalitas maka sebenarnya semuanya itu didasari oleh keyakinannya atau bisa dikatakan pasti masih ada keraguan didalam hatinya tentang kebenaran janji janji Allah SWT  untuk orang yang senantiasa taat kepada syariatnya. Oleh sebab itu maka jika ada muslim yang ingin hijrah tapi masih ragu untuk melakukannya maka satu satunnya cara adalah memperbaiki keyakinannya, bagaimana caranya silahkan baca paragraf selanjutnya dan insyaallah kita akan sekaligus menjawab Pertanyaan tentang Kenapa keyakinan sangat berpengaruh kepada kesiapan.

Untuk menjawab kedua pertanyaan tersebut tentang mengapa keyakinan sangat berpengaruh terhadap kesiapan dan bagaimana cara memperbaiki keyakinan ? Kita akan mencoba menganalogikannya   dengan  beberapa kasus berikut ini.

Ketika ada seorang  yang kuat makan dan juga orang ini merupakan perokok yang aktif  dan pada saat itu orang tersebut jatuh sakit  dan memeriksakan keadaannya ke dokter yang mana dokter tersebut sangat ahli  dan pada saat itu dokter tersebut memvonis orang itu  terkena kangker kemudian dokter itu memberikan larangan dan beberapa resep obat yang harus dimakan, banyak sekali larangan yang diberikan oleh dokter tersebut seperti tidak  boleh makan yang berminyak, berhenti untuk merokok, harus banyak berpuasa dan larangan lainya dan kalau ia tetap melanggar larangan itu umurnya tidak akan panjang. Pertanyaannya apa yang akan dilakukan orang tersebut apakah dia akan melanggar perintah dari dokter tersebut atau dia akan patuh. tentu dia akan patuh  kenapa karena dia sangat yakin dengan seyakin yakinnya dengan dokter itu sehingga keyakinannya tadi membuatnya tidak akan melanggar larangan dari dokter tersebut  Ini lah hakekat keyakinan. Ketika dia sudah yakin maka kesiapannya langsung datang sebagaimana kisah seorang perokok tadi jika tidak ada larangan dari dokter tersbut mungkin dia tidak akan berhenti merokok dan jika tidak ada anjuran untuk berpuasa dari dokter mungkin dia tidak akan pernah puasa.

Maka dari itu seberapa yakin kita dengan janji allah kepada orang orang yang selalu taat dengan perintahnya dan  menjauhi segala larangannya, seberapa yakin kita dengan janji surganya allah swt untuk orang orang yang taat dan juga seberapa yakin kita atas ancaman nerakanya allah swt kepada orang orang yang melanggar aturan aturan allah. Ketika kita sudah meyakini dengan seyakin yakinnya tentang janji janji allah tersebut maka orang orang yang beriman dan bertaqwa akan senantisa mempunyai kesiapan.

Maka ketika ada seorang muslimah yang sudah yakin dengan perintah allah bahwa wajibnya untuk menutup aurat dan ancaman untuk perempuan yang tidak menutup auratnya maka dia akan senantiasa taat pada perintah allah tampa alasan sedikitpun. Begitu juga ketika ada seorang muslim yang sudah tau dengan haramnya aktivitas pacaran maka dia akan senantiasa taat dan meninggalkannya. Hal ini juga sama dengan seorang muslim yang sudah yakin dengan janji allah untuk mencukupi rezeki orang orang yang menikah dan ancaman allah untuk orang orang yang masih memakan riba, maka  seorang muslim akan senantiasa siap untuk menjalankannya dan seorang muslim akan meninggalkan segala aktivitas ribanya tampa ada alasan sedikitpun.

Oleh karena itu sudahkan kita yakin dengan sekayin yakinnya atas janji janji allah dan ancaman ancaman allah, silahkan jawab sendiri. Dan  bagaimana jika kita sudah yakin, atau pertanyaan selanjutnya adalah jika kita sudah yakin untuk meninggalkan semua larangan allah swt dan kita sudah yakin dengan semua perintah perintah allah kemudian kita ingin sekali hijrah secara totalitas maka kita harus hijrah kemana dan bagaimana caranya hijrah kelingkungan baru sedangkan kita tidak tau harus hijrah kemana? nah insyaallah akan kita bahas pada tulisan berikutnya.

semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.

“ DUNIA SEMAKIN BAPER SEMENJAK AKU MENGENAL MEDIA SOSIAL“

“ DUNIA SEMAKIN BAPER SEMENJAK AKU MENGENAL MEDIA SOSIAL“

Oleh: Andi Septiandi.

Ketika media sosial muncul dan mulai menjamur dikalangan pemuda dunia seakan terbalik semuanya jadi emosional. Trend cepat sekali berganti, media sosial sukses menjadikan manusia sangat emosianal sekali dan berakibat sedikit sedikit jadi kebawa perasaan atau biasa yang dikenal dengan BAPER.

Seperti misalnya Melihat Teman Upload foto Kuliner jadi baper| Melihat teman Upload foto dengan Pacar Jadi Baper | Melihat teman Upload foto dengan orang tua jadi Baper | Melihat teman Upload foto Traveling ke luar negri jadi Baper | Meihat teman Uploud foto menikah jadi baper | Melihat teman bukber jadi baper | melihat teman menggunkan aplikasi andorid terbaru jadi baper | melihat teman wisuda jadi baper dan duniapun menjadi semakin baper dan semua ini dengan sangat cepat menjadi trend dikalangan pengguna media sosial sehingga ketika tidak mengikuti trend itu seperti ketinggalan zaman. Disini terdapat hal yang menarik yaitu semua trend tersebut hanya bersifat emosional saja dan semua yang emosional itu hannya bersifat sementara. Sehingga beberapa tahun belakangan ini semenjak media sosial menjamur trend cepat sekali berubah mulai dari trend kata kata alay, rayuan gombal, joged cesar sampai pada saat ini trend game pokemon.

Pertanyaan kenapa demikian, kenapa trend sering sekali beruubah dan cepat sekali berubah ? tentu jawabannya sudah terjawab seperti yang sudah saya katakan yaitu sesuatu yang didasari oleh emosinal atau perasaan itu tidak akan bertahan lama. Tentu penjelasannya tidak sesederhana itu, lantas bagaimna ? silahkan baca paragraf selanjutnya.

Ketika media sosial muncul dan sukses membuat kalangan penggunanya menjadi BAPER trend cepat sekali berubah karena orang orang hanya melihat trend tersebut pada hal yang positivnya saja yang menurutnya itu bisa membuatnya bahagia ketika mengikuti trend tersebut, tetapi  dia tidak melihat melihat hal yang negatif dari trend itu yaitu Ketika para pelaku trend mengikuti trend tersebut ternyata tidak sesuai apa yang ada didalam pikirannya sehingga ketika trend tersebut sampai pada titik puncaknya atau sudah diikuti oleh mayoritas pengguna media sosial dan semua pengikut trend tersebut pun tersadarkan karena trend itu tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.

Sebagai contoh ketika kita melihat teman mengUpload foto kulinernya, foto travelingnya, foto dengan pacarnya, foto pernikahannya, foto wisudanya dan foto foto lainnya yang membuat kita jadi baper. tentu foto itu sukses menjadikan kita beranggapan bahwa kalo kita bisa kuliner,bisa traveling, bisa punya pacar, bisa menikah, dan bisa wisuda  ini pasti bisa membuat bahagia tetapi kita tidak menyadari hal hal yang diluar foto tersebut seperti kita tidak tau berapa banyak pengorbanan yang sudah ia lakukan untuk bisa kuliner, Traveling, menikah dan wisuda dan berapa banyak para aktivis pacaran yang menyesal karena ia melakukan aktivitas itu hal ini terjadi karena pesan yang sampai kepada kita mengenai foto tersebut hanya titik akhir dari foto tersebut. Tetapi kita tidak menyadari pengorbanan apa saja yang sudah ia lakukan untuk mengabadikan momen tersebut dan juga kita tidak menyadari peristiwa menyedihkan yang banyak sekali sebelum foto tersebut di upload dan berhasil menjadikan kita baper karenannya.

Setidaknya ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari tulisan diatas diantaranya.
sesuatu yang didasari oleh emosional itu hanya akan bersifat sementara saja dan jangan terlalu cepat mengikuti trend yang sedang berkembang karena bisa saja trend tersebut menyesatkan kita.  Maka sampai disini tentu akan ada yang bertanya jika kita tidak boleh mendasari sesuatu pada emosional atau perasaan belaka lantas kita harus mendasarinya kepada apa ?  serta jika kita dilarang untuk tidak terlalu cepat untuk mengikuti  trend yang berkembang lantas kita harus mengikuti apa ? apa ya ? mungkin hadist berikut ini bisa menjawab pertanyaan tersebut.
“ Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”( H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm )

Selama kita mengikuti apa yang telah Rasullullah SAW pesankan yaitu mengikuti trend yang tidak akan berubah sampai kapan pun yaitu mengikuti Al Quran dan Asunnah insyaallah kita tidak akan tersesat. Pertanyaan selanjutnya bagaimana cara untuk kita yang belum paham tentang keduanya ya tidak ada cara lain kecuali Hijrah, Ngaji, Dakwah. Maka dari itu agar kita  tidak terjerumus kepada trend menyesatkan maka #Yukngaji #Yukdakwah. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.