“ DUNIA SEMAKIN BAPER SEMENJAK AKU MENGENAL MEDIA SOSIAL“
Oleh: Andi Septiandi.
Ketika media sosial muncul dan mulai menjamur dikalangan pemuda dunia seakan terbalik semuanya jadi emosional. Trend cepat sekali berganti, media sosial sukses menjadikan manusia sangat emosianal sekali dan berakibat sedikit sedikit jadi kebawa perasaan atau biasa yang dikenal dengan BAPER.
Seperti misalnya Melihat Teman Upload foto Kuliner jadi baper| Melihat teman Upload foto dengan Pacar Jadi Baper | Melihat teman Upload foto dengan orang tua jadi Baper | Melihat teman Upload foto Traveling ke luar negri jadi Baper | Meihat teman Uploud foto menikah jadi baper | Melihat teman bukber jadi baper | melihat teman menggunkan aplikasi andorid terbaru jadi baper | melihat teman wisuda jadi baper dan duniapun menjadi semakin baper dan semua ini dengan sangat cepat menjadi trend dikalangan pengguna media sosial sehingga ketika tidak mengikuti trend itu seperti ketinggalan zaman. Disini terdapat hal yang menarik yaitu semua trend tersebut hanya bersifat emosional saja dan semua yang emosional itu hannya bersifat sementara. Sehingga beberapa tahun belakangan ini semenjak media sosial menjamur trend cepat sekali berubah mulai dari trend kata kata alay, rayuan gombal, joged cesar sampai pada saat ini trend game pokemon.
Pertanyaan kenapa demikian, kenapa trend sering sekali beruubah dan cepat sekali berubah ? tentu jawabannya sudah terjawab seperti yang sudah saya katakan yaitu sesuatu yang didasari oleh emosinal atau perasaan itu tidak akan bertahan lama. Tentu penjelasannya tidak sesederhana itu, lantas bagaimna ? silahkan baca paragraf selanjutnya.
Ketika media sosial muncul dan sukses membuat kalangan penggunanya menjadi BAPER trend cepat sekali berubah karena orang orang hanya melihat trend tersebut pada hal yang positivnya saja yang menurutnya itu bisa membuatnya bahagia ketika mengikuti trend tersebut, tetapi dia tidak melihat melihat hal yang negatif dari trend itu yaitu Ketika para pelaku trend mengikuti trend tersebut ternyata tidak sesuai apa yang ada didalam pikirannya sehingga ketika trend tersebut sampai pada titik puncaknya atau sudah diikuti oleh mayoritas pengguna media sosial dan semua pengikut trend tersebut pun tersadarkan karena trend itu tidak sesuai dengan apa yang dipikirkannya.
Sebagai contoh ketika kita melihat teman mengUpload foto kulinernya, foto travelingnya, foto dengan pacarnya, foto pernikahannya, foto wisudanya dan foto foto lainnya yang membuat kita jadi baper. tentu foto itu sukses menjadikan kita beranggapan bahwa kalo kita bisa kuliner,bisa traveling, bisa punya pacar, bisa menikah, dan bisa wisuda ini pasti bisa membuat bahagia tetapi kita tidak menyadari hal hal yang diluar foto tersebut seperti kita tidak tau berapa banyak pengorbanan yang sudah ia lakukan untuk bisa kuliner, Traveling, menikah dan wisuda dan berapa banyak para aktivis pacaran yang menyesal karena ia melakukan aktivitas itu hal ini terjadi karena pesan yang sampai kepada kita mengenai foto tersebut hanya titik akhir dari foto tersebut. Tetapi kita tidak menyadari pengorbanan apa saja yang sudah ia lakukan untuk mengabadikan momen tersebut dan juga kita tidak menyadari peristiwa menyedihkan yang banyak sekali sebelum foto tersebut di upload dan berhasil menjadikan kita baper karenannya.
Setidaknya ada beberapa pelajaran yang bisa kita ambil dari tulisan diatas diantaranya.
sesuatu yang didasari oleh emosional itu hanya akan bersifat sementara saja dan jangan terlalu cepat mengikuti trend yang sedang berkembang karena bisa saja trend tersebut menyesatkan kita. Maka sampai disini tentu akan ada yang bertanya jika kita tidak boleh mendasari sesuatu pada emosional atau perasaan belaka lantas kita harus mendasarinya kepada apa ? serta jika kita dilarang untuk tidak terlalu cepat untuk mengikuti trend yang berkembang lantas kita harus mengikuti apa ? apa ya ? mungkin hadist berikut ini bisa menjawab pertanyaan tersebut.
“ Aku telah tinggalkan pada kamu dua perkara. Kamu tidak akan sesat selama berpegang kepada keduanya, (yaitu) Kitab Allah dan Sunnah Rasul-Nya.”( H.R. Malik; al-Hakim, al-Baihaqi, Ibnu Nashr, Ibnu Hazm )
Selama kita mengikuti apa yang telah Rasullullah SAW pesankan yaitu mengikuti trend yang tidak akan berubah sampai kapan pun yaitu mengikuti Al Quran dan Asunnah insyaallah kita tidak akan tersesat. Pertanyaan selanjutnya bagaimana cara untuk kita yang belum paham tentang keduanya ya tidak ada cara lain kecuali Hijrah, Ngaji, Dakwah. Maka dari itu agar kita tidak terjerumus kepada trend menyesatkan maka #Yukngaji #Yukdakwah. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat untuk kita semua.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar