Selasa, 16 Agustus 2016

EMERDEKAAN HAKIKI HANYA ADA PADA ISLAM

KEMERDEKAAN HAKIKI HANYA ADA PADA ISLAM

Oleh: Andi Septiandi

Sungguh tidak  terasa sudah 71 Tahun usia “kemerdekaan” Indonesia. Saat ini tidak ada  ada lagi negara negara kolonial berada dinegri ini yang menjadi  penguasa dan  pemerintahnya tidak ada lagi tentara tentara negara kolonial yang masuk kedalam negri ini. Namun, kita patut bertanya: Sudahkah rakyat dan bangsa ini benar-benar merdeka dalam pengertian yang sesungguhnya.

Ketika kita membuka kamus besar bahasa indonesia kita menemukan tiga makna besar arti dari Kemerdekaan pertama,  kemerdekaan adalah bebas dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya kemudian kedua  tidak terkena atau lepas dari tuntutan  dan tidak terikat, ketiga tidak bergantung kepada orang atau pihak tertentu. Pertanyaanya apakah INDONESIA sudah memenuhi 3 kriteria itu.

Memang, setiap tahun pada  tanggal 17 Agustus negri ini selalu memperingati kemerdekaan indonesia dengan upcara pengibaran bendera. Namun makna dari kemerdekaan hanyalah angan angan saja, ini terlihat dari perubahan nasib rakyat di negri ini ke arah yang lebih baik hanya mitos yang entah kapan akan terwujud, keadilan hanya ada pada masyarakat kelas atas. tentu sudah muak kita melihat bagaimana penegakan hukum di negri ini yang hanya  tajam keatas tapi tumpul kebawah. Begitu juga pendidikan yang baik untuk seluruh rakyat ini hanyalah janji janji manis yang setiap pemilu disampaikan tetapi pada kenyaataan hanyalah mimpi.

Seharusnya dengan umur kemerdekaan yang sudah 71 tahun ini, idealnya bangsa ini telah banyak meraih impiannya. Apalagi segala potensi kekayaan alam dan SDM yang dimiliki oleh bangsa ini sangatlah berlimpah. Sayang, ini lagi lagi hanyalah mimpi disiang bolong fakta lebih kuat berbicara, bahwa Indonesia masih jauh dari kemerdekaan yang hakiki yaitu bebas dari keterjajahan pemikiran, politik, ekonomi, hukum, budaya, dll. Ini dibuktikan dari kondisi  Indonesia belum merdeka dari kemiskinan, kebodohan, kerusakan moral dan keterbelakangan. Singkatnya, Indonesia negri yang dijuluki jamrud khatulistiwa ini yang dihuni lebih dari 200 juta jiwa yang mayoritas Muslim masih dalam keadaan terjajah.

Segala macam solusi sudah dicoba dinegri ini mulai dengan cara mecanangakan berbagai program, peningkatan anggaran disemua sektor juga dilakukan kemudian mengganti sosok pemimpin, tercatat sudah 7 kali perganitian kepemimpinan tetapi tak kunjung nampak menunjukan negara ini kearah yang lebih baik bahkan semakin hari bangsa ini malah mengarah kepada kehancuran.

Jika semua solusi telah dicoba tetapi tidak juga dapat mewujudkan bangsa ini kedalam kemerdrkaan yang hakiki lantas apakah tidak solusi lain. Tentu masih ada solusi yang belum dicoba dan solusi ini sudah terbukti berhasil yaitu kembali kepada ISLAM. Hanya dengan islam bangsa ini akan menemui makna kemerdekaan yang sesugguhnya.
Dimana islam mengajarkan kemerdekaan adalah Bebas dari penghambaan pada makhluk. Hanya tunduk pada Allah Swt semata.

Cukuplah  muhammad Saw sebagai suri teladan yang baik Sejarah membuktikan hal ini. Dimana ketika rasullullah Saw  berjuang selama 13 tahun di Makkah, dan kemudian Rasulullah berhasil mewujudkan masyarakat Islam yang dicita-citakannya di Madinah. Rasulullah memimpin dan mengatur masyarakat Madinah dengan syariat Allah Swt, mengubah masyarakat arab yang dulunya jahiliah menjadi masyarakat yang luar biasa dan menyebarkan Islam ke seluruh wilayah di sekitarnya. Makkah yang semula sangat memusuhinya, tak lama kemudian dapat ditaklukkan dan berbalik jadi pembelanya, begitu juga dengan daerah daerah lain seperti Syam dan Mesir.

Dimana Dalam berdakwah, Rasullullah selalu menyeru pada para pemimpin wilayah-wilayah yang jadi objek dakwah untuk masuk Islam. Misalnya, beliau menyeru pada Heraclius di romawi dan kisra dipersia untuk masuk islam agar selamat, ‘’Aslim taslam/berIslamlah agar kau selamat’’. Dan terbukti ketika islam disebar kepenjuru dunia keadilan jelas tampak dan dengan islam alam semesta mendapatkan rahmat.
Jelas sekali, semangat penyebaran Islam berbeda sama sekali dengan yang dilakukan negara negara Barat. Islam tegak untuk rahmat atas seluruh alam. Sementara, Kolonialisme Barat selamanya menyebarkan kejahiliyahan dan kerusakan Sebagaimana yang terjadi sekarang.

Oleh sebab itu kemerdekaan hakiki hanya dapat dirasakan ketika islam diterapkan secara totalitas yang mana telah dicontohkan Rasulullah Saw .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar