Senin, 29 September 2014

SUARA DARI PERBATASAN


Oleh : Andi Septiandi
Daerah Perbatasan dengan berjuta permasalahannya , Daerah perbatasan yang seharusnya menjadi daerah yang di fokuskan pemerintah untuk di bangun dan seharusnya menjadi beranda depan indonesia ini hanyalah wacana yang ntah kapan akan di tindaklanjuti.
 ketika kita berbicara tentang daerah perbatasan banyak sekali permasalahan yang terjadi disini dari segi ekonomi masyarakat perbatasan sangat bergantung dengan negara tetangga malaysia seakan masyarakat perbatasan sudah hilang jiwa nasionalisme terhadap negara sendiri seakan tidak perduli lagi terhadap negara sendiri , apakah kita harus menyalahkan  masyarakat perbatasan dengan tindakannya itu.
Banyak yang berfikir masyarakat perbatasan harus di tanami jiwa nasionalis yang tinggi agar mereka dapat mencintai NKRI dengan sepenuh hati sehingga tidak bergantung lagi ke pada malaysia apa ini pemikiran yang benar , tentu ini pemikiran yang salah.sebagai contoh petani daerah perbatasan akan menjual hasil pertanian mereka ke malaysia dari pada ke indonesia karna malaysia akan membeli hasil pertanian mereka dengan harga yang mahal dibanding indonesia terlebih jarak yang jauh untuk mencapai pasar indonesia ditambah indonesia akan membeli hasil pertanian mereka dengan harga yang murah ini berbanding terbalik jika menjual ke malaysia karna jarak yang sangat dekat , dan harga yang relatif tinggi.
Kondisi desa yang berbatasan langsung dengan malaysia ini sangat memprihatinkan infrastruktur yang sangat tidak memadai kondisi jalan yang rusak kurang nya perhatian dari pemerintah ini membuat masyarakat perbatasan seperti ayam yang ditinggal oleh induknya ntah mau kemana mengaspirasikan keluhannya sampai terbesit sebuah argumen apakah kami ini termasuk warga indonesia yang tidak diperhatikan atau warga malaysia yang lebih memperhatikan kami lebih mengerti kami.
Melihat kondisi diatas apakah kita harus menyalahkan masyarakat perbatasan , tentu hanya masyarakat yang idiot yang akan tetap bergantung pada indonesia yang akan jelas merugikan mereka.  apakah masyarat perbatasan harus cinta dengan NKRI yang akan membuat mereka mati kelaparan atau tetap bergantung pada malaysia yang akan membuat mereka hidup.
Sungguh mengiris hati melihat daerah perbatasan kita jika kita lihat perbandingan daerah perbatasan indonesia dengan negara tetangga ini sungguh memprihatinkan ibarat masuk ke tong sampah dan keluar dari tong sampah, mungkin itu bisa menggambarkan bagaimana kondisi masyarakat disana.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar