Minggu, 05 Juli 2015

“ CINTA “

Cinta itu memikirkan yang di cintai bukan hanya yang kemarin dan kini tapi nanti mari kita berbicara tentang masa depan agar hari esok yang dijelang bukan suatu kesengsaraan ada hal yang jelas harus dipersiapkan mana yang harus dilakukan mana yang harus dihindarkan bila engkau lelaki engkau harus tau arah saat melangkah bila engkau perempuan seharusnya tau bagaimana bertingkah kita bicara masa depan karna ia tidak semudah yang diperkirakan pemuda-pemuda yang lalai juga tidak sesulit yang diceritakan oleh wanita wanita yang bercerai setiap muslimah tentu saja menginginkan lelaki yang bertanggung jawab yang menghargai kelebihan dan kebaikannya dan memaafkan kealpaan dan kekurangannya muslimah mana yang tidak mau lelaki yang berbudi pekerti baik hati tinggi iman dan lurus amal muslimah selalu menanti lelaki elok ahlak dan rasa yang memiliki kelembutan dengan anaknya dengan istrinya dia mesra muslimah mana yang tidak mendambakan lelaki yang bisa mengawalnya jauh dari neraka dan membimbingnya menuju surga allah lelaki mana yang tidak suka dengan wanita yang cendikia lagi berparas menawan yang lisannya seanggun geraknya lelaki yang baik pasti menyukai wanita yang lemah lembut lagi santun pintar membahagiakan suami melalui masakan dan perhatian tidak tamak harta dan serakah dan selalu menjaga kehormatan lelaki mana yang tidak memimpikan wanita yang mendukungnya dalam kebaikan dan mengeluarkan kebaikan dan dirindukan bila ditinggal dan menyenangkan bila berjumpa sialnya kita hidup dizaman kapitalisme yang mengajarkan lelaki dan wanita masa kini untuk memperhatikan fisik bukan isi perhatikan badan bukan iman kapitalisme sukses menjadikan kebahagiaan matrealistik sebagai tujuan yang tertinggi maka hedonisme anak kandung dari kapitalisme sukses menjadikan lelaki hanya peduli nikmat sampai batas kulit wajar kalau kita lihat lelaki dimana mana jadi miskin tangungjawab dan fakir komitmen bila lelaki yang tidak lulus ujian tangung jawab dan komitmen merekalah yang akhirnya masuk dalam jurusan pacaran cinta disempitkan dalam arti pacaran terbatas pada rayuan palsu dan gandengan tangan padahal pendaping yang shaleh tiada pernah didapatkan dari proses pacaran karena keshalehan dan kebatilan jelas bertentangan hak dan batil tidak akan pernah bertemu bagaikan fatamorgana yang menjajikan kemuliaan semu bagaimana bisa lelaki yang sudah memahami pacaran itu perbuatan yang dilarang oleh allah memaksa dengan berbagai alasan agar engkau berbagi dosa dangan dia melawan allah lalu yang seperti ini bisa dijadikan panduan setelah menikah sebelum halal aja dia bisa bilang sayang kepadamu jangan heran nanti setelah menikah dia berani katakan ini kepada wanita wanita lain toh sama sama bermaksiat kepada allah jika sebelum akad saja dia berani melabuhkan tangan pada tubuhmu jangan heran setelah menikah dia mampu lakukan ini pada wanita wanita lain toh sama sama dosa pada allah yang tiada pernah takut dosa saat sebelum menikah tentu jangan harap dia akan takut dosa setelah menikah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar